HOME      ABOUT      CONTACT      INSTAGRAM
Showing posts with label Product Review. Show all posts
Showing posts with label Product Review. Show all posts

Sunday, March 25, 2018

X2 Sanso Color SoftLens Review


Hello,
Kali ini saya mau mereview produk yang nggak biasa saya pakai. Sebulan lalu saya menerima paket dari X2 softlens yang isinya dua pasang lensa kontak (softlens) dan cairan pembersih. Sejujurnya saya agak ragu-ragu juga gimana mereview softlens padahal sekalipun saya belum pernah pakai, bahkan pasang sendiripun kayaknya nggak bisa. Duh!

Banyak banget ketakutan saya akan softlens yang bikin saya nggak pernah mencoba memakainya. Terutama sih karena ulasan-ulasan yang menyebutkan bahwa memakai softlens dapat merusak mata. Terus ada juga yang sampai mengalami kebutaan. Padahal terus terang saya tertarik mencoba softlens karena menurut saya memakai softlens, terutama yang memiliki pigmen warna, instantly improve our appearance. Terlebih lagi, memakai softlens membuat makeup lebih terlihat menonjol.

Ketika mencoba softens dari X2 softlens, saya membuat riset kecil-kecilan dulu. Membaca keterangan produk berkali-kali sebagaimana saya juga mengulang-ulang membaca instruksi pemakaian/penyimpanan di kemasan. Setelah saya yakin, barulah saya mencoba salah satu varian dari X2 softlend yaitu X2 sanso color pattern Cappucino.

X2 softlens sendiri diproduksi dengan sistem multy-layer polymerization sehingga warna tidak pudar dan aman bagi mata. Material softlens X2 sesuai dengan standarisasi Internasional FDA, KFDA, ISO, CE approved. Nah, kalau X2 sanso color terbuat dari material hubrid silicone hydrogel yang mampu menghantarkan oxygen 80%. Karenanya, kita nggak perlu khawatir menggunakan softlens ini. Meskipun digunakan secara rutin, asal kita tahu cara perawatannya mata kita akan tetap sehat. Care instructions secara jelas dituliskan di setiap kemasan X2 sotlens.

Untuk harga, mungkin banyak softlens-softlens lain yang lebih murah. Tapi hati-hati, jangan-jangan softlens yang dijual murah malah KW. Meskipun patternnya nyaris sama, tapi kalau KW ya kualitas produk beda jauh. Bahan yang digunakan bukanlah silicone hydrogel, jadi nggak menjamin dapat membuat mata tetap sehat.


Percaya nggak kalau sebelum saya pasang sendiri softlens ini, saya sampai nonton tutorial di youtube saking parnonya pasang softlens. Syukurlah akhirnya berhasil dalam waktu yang singkat, nggak pakai drama, dan wow! When looking at the mirror, I feel like a different person staring at me. Softlens benar-benar memberi tambahan karakter pada wajah seseorang.

Pattern Cappucino saya pilih sebetulnya karena menginginkan warna cokelat pekat. Eh ternyata setelah saya pakai malah agak light ya. Tapi tetap bagus, dan syukurlah saya nggak merasakan sesuatu yang aneh atau menyakitkan pas pakai X2 softlens. Pemakaiannya sangat nyaman dan setelahnya pun nggak membuat mata menjadi merah. Tapi sekali lagi saya tekankan, baca baik-baik saran pemakaian dan penyimpanan ya, terutama bagi yang jarang-jarang pakai softlens kayak saya.

Well, kalau ada tips atau saran terkait softlens boleh dong dishare di kolom komentar.

*sponsored post



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Sunday, February 4, 2018

SK II Facial Treatment Essence Review


Setelah sekian lama penasaran dengan esens yang jadi holy grail kebanyakan beauty enthusiast ini, akhirnya saya memberanikan diri mencoba si fenomenal SK II Facial Treatment Essence (FTE). Sejujurnya saya sangat takut dan ragu ketika pertama kali mencoba Pitera esens. Gimana nggak takut, banyak review menyebutkan kalau SK II FTE bikin purging yang nggak tanggung-tanggung, jerawatan semuka, kulit gosong, dan masih banyak lagi efek purging yang bikin maju mundur cobain produk ini. Tapi berbekal keyakinan kalau kulit saya udah bebas dari perawatan dokter, sayapun mencoba menambahkan Pitera esens ke dalam skincare routine saya.

Pertama kali coba, ada sensasi cekit-cekit yang cenderung tidak nyaman. Saya nggak tahu apa semua orang merasakan hal ini ketika pertama kali menggunakan SK II FTE. Rasanya kayak gatal pas diolesin peeling. Memang nggak parah sampai ingin garuk-garuk, tapi saya rasakan sensasi ini berlangsung cukup lama. Tapi ini hanya saya rasakan saat pemakaian pertama, selanjutnya udah nggak lagi.

Saya menggunakan SK II FTE pagi dan malam hari setelah menggunakan toner. Awalnya saya aplikasikan menggunakan kapas, tapi kok nggak puas. Jadi saya menuangkan esens di telapak tangan kemudian saya tepuk-tepuk lembut di seluruh wajah. Cara ini lebih enak sih kalau menurut saya. Cukup 2-3 tetes biar nggak boros. Satu botol SK II FTE berukuran 75 ml kira-kira bisa saya gunakan selama 5 bulan. Cukup hemat kan!


SK II FTE mengandung lebih dari 90% Pitera. Saya kutip dari official website SK II Indonesia, Pitera adalah Bahan bio-alami yang mengandung lebih dari 50 nutrisi mikro. Pitera membantu mengkondisikan fungsi alami kulit dan menutrisinya dengan pelembab alami untuk membantu kulit terhidrasi, terasa lembut dan tampak bercahaya alami. Dengan pemakaian rutin sesuai petunjuk pemakaian, kulit terbantu tampak cantik sebening Kristal.
Setelah menghabiskan 1 botol (sekarang botol kedua), saya ingin sharing tentang apa yang saya rasakan terkait klaim produk ini.

Kulit sebening kristal setelah pemakaian satu botol

Not literally sebening kristal, saya belum merasakan kalau kulit saya jadi bening seperti para brand ambassador di iklan SK II FTE. Kalau yang dimaksud tampilan kulit jadi lebih bening dalam artian putih merata dan bersinar, saya rasa nggak, atau mungkin belum. Tapi saya senang SK II FTE membuat warna kulit saya merata dan terlihat sehat.

Pitera akan membantu mengkondisikan fungsi alami kulit

Mungkin ini sebabnya banyak orang yang masih memakai rangkaian perawatan dokter kulit mengalami purging. Syukurlah saya nggak perlu mengalami masa-masa jerawatan atau kulit gosong saat awal pemakaian. Saya memang merasa kulit saya cenderung balik ke kondisi alaminya sebelum mengenal krim racikan. Hal ini saya sadari waktu saya belajar berenang. Hampir setiap hari di kolam renang dengan air yang tahu sendiri lah bikin kulit nggak bagus, kulit saya tetap bertahan dan nggak muncul masalah.

Membantu masalah kulit kusam dan kering

Sejak kembali bekerja, kulit saya menjadi cenderung kering karena dari pagi sampai sore ada di ruangan berAC. Dari yang saya rasakan, SK II FTE tidak terlalu membantu karena kulit saya tetap kering dan kadang-kadang mengelupas di bagian hidung. Padahal belakangan ini saya memakainya 2 sampai 3 step.  Namun untuk kulit kusam saya rasa sesuai dengan klaimnya kalau SK II FTE dapat membantu membuat tampilan kulit lebih cerah. Sekali lagi bukan cerah dalam artian putih ya, tapi lebih ke tampilan kulit sehat.

SK II Facial Treatment Essence membuat kulit kenyal dan awet muda

Saya sangat setuju dengan klaim produk yang mengatakan esens ini membuat kulit lebih kenyal. Saya puas banget dengan tekstur kulit saya sekarang. Nah, untuk awet muda, sepertinya kita harus tunggu beberapa tahun lagi tentunya dengan pemakaian teratur.

Overall, saya suka dengan produk ini dan berniat untuk terus menggunakannya. Tapi saya nggak bohong kalau saya berpikir juga untuk cari esens lain karena sekarang sudah banyak bermunculan esens yang nggak kalah oke dengan harga yang lebih affordable.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Tuesday, December 5, 2017

Antipodes Apostle Skin Brightening Serum Review


Antipodes Apostle Skin Brightening Serum adalah salah satu serum yang udah lama masuk skincare wishlist saya. Banyak review positif tentang serum ini bikin saya makin nggak sabar menambahkan Apostle serum ke dalam AM routine. Sebelumnya, saya memang nggak menggunakan serum di pagi hari, hanya essence (pre serum) dan moisturizer. Padahal menggunakan serum sangat disarankan untuk membantu memperbaiki kondisi kulit yang udah semakin meninggalkan keremajaannya. Dan akhirnya sayapun memantapkan hati mencoba serum ini dengan harapan kondisi kulit saya jadi makin baik dan sehat.

Antipodes adalah salah satu brand organic skincare yang berasal dari New Zealand. Akhir-akhir ini organic skincare semakin menjadi pilihan karena dipercaya menggunakan hanya bahan-bahan alami yang aman untuk kulit. Awalnya saya nggak terlalu familiar dengan organic skincare sampai sering dibahas dan direview oleh para skincare guru (Kae Pratiwi dan Deszel). Hampir seluruh range skincarenya menarik untuk dicoba, dua diantaranya ya di Apostle ini dan Aura Manuka Honey Mask (next wishlist).


Antipodes Apostle Skin Brightening Serum dikemas dalam botol serum kaca berwarna cokelat gelap. Serum ini berwarna cokelat muda pekat dengan tekstur watery tapi cukup kental. Tekstur water bikin Apostle serum cepat menyerap di kulit. Serum ini punya wangi yang cukup khas yang menurut saya sih nggak terlalu mengganggu.

Description

This water-based serum helps correct dull, blemishes or uneven skin. The revolutionary antioxidant Vinanza Grape&Kiwi helps minimise the appearance of facial redness. Exfoliating enzymes from the superfruit kiwifruit and shooting Vinanza Oxifiend from pinot noir grapes leave skin gloriously glowing. Meanwhile, mamaku black fern and Reishi mushroom of immortality boost healthy cell renewal for true, fresh-faced beauty.

Kalau membaca deskripsi produknya, serum ini benar-benar all-in-one perfect serum. Selain mencerahkan, juga kaya antioksidan dan mengurangi kemerahan pada kulit.

Saya menggunakan 2 tetes Apostle serum setiap pagi untuk seluruh wajah sampai leher. Lumayan awet kok, untuk ukuran 30 ml, serum ini bisa untuk 2-3 bulan pemakaian. Sebenarnya saya sangat suka tekstur dan sensasi setelah memakai serum ini.  Langsung menyerap nggak pakai lengket dan rasanya langsung memberi nutrisi pada kulit. Namun sayangnya, setelah hampir 2 bulan pemakaian, terjadi banyak penyumbatan pori dan muncul komedo. Duh sedih. Padahal saya sangat suka serum ini. Dengan sangat terpaksa sayapun menghentikan pemakaiannya.

Sepanjang yang saya baca di beberapa beauty blog, banyak yang cocok dan aman-aman aja kulitnya ketika pakai Apostle serum. Iri deh. Kalau kalian salah satu yang cocok menggunakan serum ini, boleh dong sharing di bagian comment.



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Thursday, September 14, 2017

ZOYA Cosmetics New Limited Edition Lip Paint Review


Kalau ngomongin lipstick lokal memang nggak pernah habis ya. Sekarang kita bisa lihat banyak brand baru bermunculan maupun brand yang sudah ada mulai membuat produk lipstick. Salah satunya ZOYA Cosmetics yang ternyata cukup sukses memikat hati pencinta lipstick dalam negeri. Sebelumnya kan orang-orang tahunya ZOYA sebagai brand busana muslim tapi ternyata cosmetic line-nya cukup menarik perhatian.

Kebetulan saya diberikan kesempatan untuk mencoba dua shades baru lip paint ZOYA Cosmetics. Sebelumnya ZOYA Cosmetics sudah mempunyai 12 shades lip paint. Kali ini ZOYA Cosmetics mengeluarkan New Limited Edition Lip Paint dengan metallic finish yang memang sedang menjadi tren beberapa waktu belakangan. Selain varian warna yang spesial, yang membedakan New Edition Lip Paint ini adalah kemasannya yang lebih baik dari varian sebelumnya.


Shades yang saya coba Elizabeth-metallic dark red dan Beatrix-metallic brownish. Saya cukup terkesan karena kedua warna ini menurut saya nggak ikut-ikutan brand lokal lain dan cukup kasih “statement”. Karena saya penyuka warna bold jadi yes I do love it! Selain warnanya yang saya suka teksturnya juga cukup oke. Teksturnya mirip dengan RR tapi sedikit lebih creamy. Jadi meskipun dia mengklaim sebagai matte lip colour tapi nggak dead matte dan mirip ke satin finished.


Beberapa waktu setelah lip paint ini saya terima, pas banget saya ikut acara kantor yang konsep makeupnya cocok banget dengan warna lip paint ini. Sekalian aja saya coba ketahanan dan kenyamanannya untuk digunakan seharian selama acara. Sampai siang saya sih merasa nyaman-nyaman aja. Lip paint ini nggak bikin bibir saya kering dan warnanya juga pigmented. Transferproof? Meskipun diklaim demikian tapi menurut saya nggak terlalu sih, masih suka nempel meskipun nggak banyak. Mungkin karena memang formulanya yang melembabkan dengan kandunan shea butter dan antioksidan, jadi agak transfer. Tapi saya cukup puas dan menurut saya malah lebih bagus dibandingkan lip paint dead matte yang ujung-ujungnya susah dibersihkan dan bikin bibir kering.

Ohya, yang juga bikin saya terkesan adalah aplikatornya! Membuat lip paint ini gampang diaplikasikan menjangkau sudut bibir. Enak deh. Dan rasanya aplikator model ini nggak akan bikin isi lip paint bleber ke tutupnya.

Kekurangan dari lipcream ini mungkin adalah not wearable enough, kecuali bagi orang yang memang suka memberikan statement di penampilannya.
Warna-warna metalik seperti ini memang cocoknya untuk bold/party make up. Selain itu biar nggak bosan dengan lipstick yang gitu-gitu aja, bisa juga menumpuk lipcream atau lipstick yang kita punya dengan warna-warna ini.

Harga New Edition Lip Paint ini IDR 120.000 tapi kalau beli 2 di www.zoyacosmetics.com hanya IDR 190.000! Cuma sampai 30 September saja ya. Hurry up!



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Sunday, July 9, 2017

Nuxe Anti Fatigue Moisturising Eye cream Review


For me It is twice harder to add eye cream on my everyday skincare routine. Saya merasa eye cream nggak akan memberikan dampak yang signifikan dan juga, ribet!, harus memakai krim lain yang hanya khusus untuk area mata. Lagipula saya selalu menganggap area mata saya baik-baik saja, hanya sesekali sembab kalau kurang tidur.

Beberapa waktu belakangan, saya memutuskan untuk menambahkan eye cream dalam skincare routine karena sempat suatu waktu BA dari salah satu merek skincare favorit saya bilang kalau area mata saya kering banget. Nggak mau ambil risiko munculnya kerutan di kemudian hari saya pun memulai perburuan eye cream saya dan menemukan  Nuxe Anti Fatigue Moisturising Eye cream.

Kenapa saya tertarik mencoba produk ini?

Nuxe Anti Fatigue Moisturising Eye cream merupakan moisturising eye cream yang disebut dapat mengurangi sembab dan lingkaran hitam pada mata. Karena sifatnya yang melembabkan, eye cream ini memang ditargetkan untuk memperbaiki kondisi kulit yang kering di area mata. Hal inilah yang membuat saya memutuskan mencoba Nuxe Anti Fatigue Moisturising Eye cream  untuk melembabkan kulit di area mata saya. Apa sih tandanya area mata yang kering? Yang paling saya rasakan adalah ketika menggunakan makeup, foundation atau concealer nggak mau nempel sempurna di area bawah mata. Malah cepat luntur dan kelihatan belang. Pengaplikasian eyeshadow pun jadi agak susah kalau kulit di sekitar mata nggak sehat. Dan yang paling seram, area mata yang kering dan nggak terawat akan mempercepat munculnya kerutan.


Nuxe Anti Fatigue Moisturising Eye cream bertekstur krim yang lumayan kental dan berwarna putih. Meskipun teksturnya krim, eye cream ini cepat menyerap dan nggak meninggalkan bekas. Wanginya lembut mengingatkan saya pada wangi bunga jempiring. Bahan-bahan penyusunnya terdiri dari Plant caffeine yang berfungsi untuk anti sembab dan Hyaluronic acid untuk anti aging. Yang saya suka adalah eye cream ini dikemas dalam botol pump, jadi lebih higienis dan mempermudah untuk menakarnya. Saya menggunakan eye cream ini setiap pagi dan malam, menutup rangkaian AM dan PM routine. Cukup setengah pump atau sebesar biji kacang hijau. Saya mengaplikasikannya menggunakan jari tengah atau jari manis dengan gerakan setengah lingkaran yang ditarik ke area luar mata.


Setelah kurang lebih tiga bulan pemakaian, saya merasakan kulit di area mata memang menjadi lembab. Tekstur kulit juga jadi halus. Tapi kalau untuk kantung mata dan kerutan, produk ini nggak terlalu membantu. Nuxe Anti Fatigue Moisturising Eye cream bisa dicoba bagi ingin melakukan perawatan sedini mungkin untuk kulit area mata terutama mencegah sebelum kerutan mulai bermunculan. Repurchase? Karena eye cream durasi pemakaiannya cukup lama alias susah habisnya, mungkin saya nggak akan repurchase, tapi coba eye cream lainnya untuk targeted treatment.


          
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Thursday, June 15, 2017

Fresh Ramadhan Look feat Face 2 Face Cosmetics


Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat menyambut bulan suci Ramadhan bagi teman-teman umat Islam. Bagaimana ibadah puasanya sampai hari ini? Mudah-mudahan lancar sampai hari kemenangan ya.

Menghitung hari menuju Hari Raya Idul Fitri, kali ini saya bersama teman-teman Bali Beauty Blogger mengadakan makeup collaboration with Face 2 Face Cosmetics. Dalam kolaborasi ini, akan ada dua tema makeup, #teamrendang dengan bold makeup dan #teamopor dengan nude makeup. Tentu saja kedua tema ini bisa jadi inspirasi untuk makeup di Hari Raya. Can you guess in which team I am?

Setelah sering bermain dengan nude, untuk inspirasi make up Hari Raya saya akan mencoba bold makeup bersama #teamrendang. Meskipun bold, saya ingin membuat look yang wearable dan fresh. Jadi saya bermain dengan warna hijau dan biru, summer colours! Produk yang saya gunakan hampir semuanya adalah Face 2 Face Cosmetics. Bagi yang belum tahu atau belum pernah mendengar Face 2 Face Cosmetics, brand ini adalah salah satu brand lokal kosmetik dengan kualitas bersaing dan harga yang sangat terjangkau. Makin semarak ya brand kosmetik lokal.

So, here is my fresh Ramadhan looks,


Products that I used

Face 2 Face Whitening BB Cream - Beige


BB Cream but foundation look alike. Iya, menurut saya BB cream ini lebih seperti foundation. Teksturnya lebih padat dari BB cream lainnya. Kalau saya sih lebih memilih BB cream dengan tekstur ringan. Tapi kalau masalah coverage, bagus banget! Bisa menutupi noda-noda di wajah dengan baik.

Face 2 Face Eye Shadow – Green Royal


Saya memilih eye shadow ini karena belakangan suka banget dengan summer inspired make up look. Eye shadow ini terdiri dari 3 warna, menyerupai lime green, turquoise, blue. Kenapa meyerupai, karena menurut saya warnanya nanggung. It doesn’t meet my expectation. Powdery dan nggak terlalu pigmented. But the good news is, they’re quite easy to blend.

Face 2 Face Blush On – Pink Sweet Cheek


Warna blush on nya cantik banget! Kebetulan juga saya belum punya blush on warna pink. Warnanya cukup pigmented. Agar mendapatkan pipi bersemu merah jambu yang natural, saya aplikasikan blush on ini dengan jari.

Face 2 Face Eyeliner – Liquid Black


Sebetulnya eye liner ini adalah favorit saya di antara semua produk. Warnanya pekat dan lumayan cepat kering. Saya sangat menyayangkan aplikatornya yang susah digunakan. Terlalu halus, jadi agak susah bagi saya mengaplikasikannya.

Face 2 Face XOXO Matte Lipstick – Hazelnut Latte


Matte lipstick yang worth to try. Warna yang saya dapat Hazelnut Latte, warna merah kecokelatan. My type of colour, tapi kurang cocok dengan green eye shadow. But for me, this is the best product among all.


Overall the pros and cons are :
(+)
·         Harga terjangkau
·         Saya lumayan suka packagingnya

(-)
·         Powdery eye shadow dan kurang pigmented
·         Aplikator eye liner yang susah digunakan

Secara keseluruhan, saya rasa Face 2 Face Cosmetics bisa menjadi pilihan bagi yang menginginkan budget cosmetics. Terutama untuk nambah-nambah variasi make up di Hari Raya. Jadi, sudah memutuskan akan membuat look apa untuk menyambut Hari Raya?



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Thursday, March 9, 2017

Make Over Nudes Eyeshadow Pallete Review


Hello! Mungkin kalian masih ingat kalau Make Over baru saja mengeluarkan eyeshadow pallete terbarunya di awal tahun 2017. Make Over Eyeshadow Pallete diciptakan dengan dua nuansa, Nudes and Smokey. Keduanya terdiri dari delapan varian warna yang disusun untuk menciptakan makeup look dengan nuansa masing-masing. Beruntungnya saya karena bisa mencoba salah satunya yaitu Make Over Nudes Eyeshadow Pallete dalam kolaborasi bersama Bali Beauty Blogger.

Oh ya, bagi yang belum tahu, Make Over adalah salah satu brand lokal (favorit saya) di bawah naungan PT Paragon Technology and Innovation. Jadi, bagi yang sadar setelah saya sebutkan produsennya, Make Over satu induk dengan brand lokal oke lainnya yaitu Wardah dan Emina. Sebelumnya saya udah coba produk Make Over mulai dari eyeshadow, lipcolour, sampai eyeliner dan saya bisa bilang semuanya punya kualitas yang cukup baik. Bahkan ada beberapa produk yang bagus banget nggak kalah dengan brand luar.

from left to right :
CAVIAR-ESPRESSO-COPPER-HOT STONE-
CHAMPAGNE-CANDY ROSE-IVORY FROST-BONE
Make Over Nudes Eyeshadow Pallete terdiri dari delapan warna natural. They said “skin bare colours”. Ada masing-masing empat shimmery and velvety shades. Menurut saya warna-warna nudes dalam pallete ini wearable dan easy to mix and match. Untuk kalian yang suka natural makeup pasti langsung jatuh hati melihat pallete ini.

Bagaimana dengan tekstur dan ketahanannya? I personally really love the velvety shades. Velvety shades in this pallete are easy to blend, pigmented, and not flaky at all. Ini sama seperti Make Over Trivia Eyeshadow yang saya punya sebelumnya. Tapi sayang saya nggak menemukan kualitas yang sama di warna-warna shimmery. Yang shimmery lebih susah dibaurkan and not really pigmented (if you try to make dramatic or glam makeup look). Tapi saya rasa untuk makeup yang natural atau “no makeup makeup” akan bagus karena kita nggak mungkin kan terlalu menonjolkan shimmer.


Tentang kemasan, saya suka kemasan luarnya yang dope dengan desain yang pas. Simple tapi terlihat mahal. Tapi untuk pallete, hmm saya kurang puas. Saya lebih suka kemasan Trivia Eyeshadow. Eyeshadow ini kemasannya plastik yang kelihatanya kalau saya jatuhin sekali akan langsung pecah Untuk harga IDR 195.000 saya sih mengarapkan lebih. Ohya, eyeshadow ini juga dilengkapi dengan kuas untuk shaping dan blending yang saya suka banget. Kuasnya enak dipakai dan kualitasnya cukup baik.

#eyecentric Glam Makeup Look 
Overall saya cukup puas dengan Make Over Nudes Eyeshadow Pallete. Sure, I would keep It as my weapon to create natural makeup look, even the bold look. Because as they said, Nudes is the new bold, isn’t It?



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Saturday, March 4, 2017

Rollover Reaction Lip & Cheek Cream “Lizzy, Saddie, Livv” Review


Dari sekian banyak lipcream lokal yang saya coba, Rollover Reaction (RR) sampai saat ini masih jadi juaranya. Saya termasuk yang telat banget cobain RR. Waktu nge-hype saat pertama launching, RR jadi wishlist tapi nggak kunjung saya beli. Akhirnya waktu RR mengeluarkan seri “The Clique” saya langsung beli Livv dan diikuti dua shades lainnya, Saddie dan Lizzy.

Livv langsung mencuri hati saya pertama kali The Clique keluar. Warnanya terinspirasi dari beauty icon tahun 90-an, Livv Tyler. Warna camel brown Livv jadi favorit saya banget. Saddie, adalah warna best seller nya RR. Warna mauve pink Saddie memang cantik dan wearable. Kalau Lizzy adalah gambling buy saya. Saya nggak pernah cocok pakai warna nude brown semacam Lizzy. Tapi surprisingly saya suka melihat Lizzy waktu saya pakai. Lizzy adalah nude colour yang saya cari selama ini.


Sesuai namanya, RR nggak cuma bisa dipakai sebagai lipcream namun bisa juga sebagai cream blush bahkan eyeshadow! Efisien banget buat orang-orang yang ingin menghemat waktu dandan. Tapi memang saat mengaplikasikan RR sebagai cream blush bit tricky. Lebih baik menggunakan tangan dan lakukan dengan perlahan agar hasilnya natural.


Kenapa saya suka RR?
Teksturnya creamy dengan velvet matte finish pas dengan selera saya. Dibandingkan lipcream yang "dead"matte finish ternyata saya lebih nyaman dengan velvet/satin finish. Warnanya pigmented, untuk ketiga shades RR yang saya miliki, cukup sekali oles warnanya langsung keluar. Formula RR nggak cracking dan nggak bikin bibir saya kering, meskipun pas aplikasi ulang nggak pakai lipbalm. Hanya saja karena formulanya yang melembabkan RR lumayan transfer alias kalau dipakai gampang belepotan. Selain itu RR cepat luntur. Tapi fading nya perlahan menyisakan warna tipis di bibir. Tapi saya sih nggak masalah karena saya lebih memilih transfer dan cepat luntur tapi lembab dibandingkan matte tahan lama tapi cracking dan bikin bibir kering.

Selain tekstur dan formula, saya suka banget dengan kemasannya. Tube dan kemasan luarnya bagus dan membuat RR terlihat mewah. Aplikatornya menurut saya kurang runcing tapi lumayan enak dan mudah digunakan. RR wanginya juga enak, manis vanila yang nggak mengganggu. Nah, pas diaplikasikan saya merasa ada sensasi mint, dingin-dingin gitu di bibir. Untuk yang kurang suka mungkin ini akan sedikin mengganggu.  

But after all I can say that RR is definitely an option if you’re seeking for affordable lipcream with good quality. I personally still want to collect the other shades.  Never #GetSueded enough!



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Thursday, February 23, 2017

Playful Makeup Look Bali Beauty Blogger X Mizzu Cosmetics


Hi! How’se your day?
Kali ini saya dan teman-teman Bali Beauty Blogger akan menerima tantangan create playful makeup feat. MizzuCosmetics. Untuk membuat look ini, saya menggunakan Mizzu Gradical Eye Shadow.

I’m usually not into purple colour. Jadi saya menantang diri sendiri untuk mencoba menggunakan eye shadow Velvet Plum dari Mizzu. Oh ya, bagi yang belum tahu, Mizzu adalah salah satu brand lokal Indonesia. Bangga dong ya sekarang mulai banyak brand kosmetik lokal yang siap bersaing dengan kosmetik impor.


Mizzu Gradical Eye Shadow Velvet Plum terdiri dari tiga tingkatan warna ungu. Ketiganya shimmery, jadi cocok untuk glam atau playful makeup. Pigmentasinya menurut saya cukup bagus, saat sekali dioles warnanya cukup keluar. Tapi untuk mendapatkan konsistensi warna yang baik sepertinya perlu beberapa kali pengaplikasian. Warna ungu Mizzu Gradical Eyeshadow ternyata cantik setelah diaplikasikan. Saya rasa warna ini bisa membuat tampilan makeup yang manis dan playful.

Eye shadow ini travel friendly, ukurannya cukup kecil jadi mudah dibawa kemana-mana dan sudah ada aplikator dua sisi (aplikator dan brush for gradation) di dalamnya. Satu hal yang saya kurang suka adalah eye shadow ini termasuk powdery. Saat saya oles kok saya merasa eye shadow ini gampang hancur. Mungkin ini yang membuat konsistensi warnanya kurang pas.

Ini adalah playful purple look yang saya create.
PS : I added some purple eye shadow on my lips!




Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Tuesday, February 14, 2017

KIEHL’S Iris Extract Activating Treatment Essence Review

 

Saya masih ingat dengan perjuangan saya tepat setahun yang lalu untuk menemukan skincare yang tepat selepas memakai krim perawatan dokter kulit. Saat itu pertama kalinya saya memberanikan diri mencoba Kiehl’s dan berharap kondisi kulit saya bisa membaik. KCR yang saya temui langsung menyarankan saya untuk mencoba Kiehl’s Iris Extract Activating Treatment Essence. Saya sempat curiga dia menyarankan saya mencoba Iris esens karena produk ini waktu itu baru saja launching. Tapi karena dia menyebutkan kalau esens ini dapat mengembalikan kondisi kulit (bahkan lebih baik), sayapun luluh dan mau mencoba.

Sebelumnya, saya bukan orang yang suka melakukan banyak steps saat memakai skincare. Pelembab saja cukup. Jadi ketika disarankan untuk menambah esens sebagai preserum saya jadi excited! Bukannya malas tapi malah jadi bersemangat ya, haha!

“with Iris Florentina Extract to reactivate skin’s youthful look for smoother, radiant skin”

Esens ini adalah preserum yang digunakan dalam “first step” rutinitas skincare. Banyak kelebihan dan manfaat yang diklaim bisa diberikan esens ini karena kandungan di dalamnya. Pertama, esens ini mengandung Iris Florentina Extract sebagai perawatan anti-aging dan melembabkan. Kedua, Lipo Hydroxy Acid (LHA) mengaktivasi proses eksfoliasi kulit secara natural. Sodium Hyaluronate dipercaya dapat meregenerasi kulit dan mengurangi penampakan kerutan. Sodium Hyaluronate membentuk lapisan transparan pada kulit yang membantu menyamankan kulit . Bahan ini mampu mengikat air 1,8 kali dari beratnya, jadi menjamin kulit selalu dalam keadaan terhidrasi. Esens ini disebut dapat mengaktifkan kembali sel-sel kulit sehingga kulit tampak lebih muda dan dapat memperbaiki tekstur kulit.


Iris esens bertekstur likuid yang agak sedikit kental. Meski begitu, esens ini cepat menyerap di kulit. Warnanya bening dengan wangi seperti air mawar. Mungkin ini wangi bunga Iris. Esens ini paraben free dan oil free, tapi memang nggak disebutkan alcohol free. Pada bahan penyusunnya masih terdapat “alcohol denat” yang membuat wangi alkohol sedikit tercium. Dari artikel yang saya baca, alcohol denat bukan bahan kosmetik yang berbahaya. Bahan ini berfungsi untuk mencegah produk berbuih, anti mikrobakteri, mengontrol minyak, dan mengecilkan pori-pori. Tapi mungkin pada sebagian orang malah dapat membuat kulit kering.

Kalau saya sih nggak terganggu dengan wanginya. So far kulit saya juga nggak mengalami kekeringan, hanya saja ketika kulit saya dalam kondisi lebih kering dari sebelumnya (misalnya faktor cuaca) saya memang merasa kalau esens ini kurang melembabkan.

Saya memakainya setiap hari saat AM dan PM routine setelah mengaplikasikan toner. Cukup 2-3 tetes kemudian ditepuk-tepuk dan dioleskan menggunakan tangan. Refreshing, saya suka dengan sensasinya yang adem di kulit. Esens ini memerlukan waktu beberapa detik sebelum menyerap sempurna, jadi biasanya saya tunggu beberapa saat sebelum lanjut memakai pelembab.


Setelah setahun pemakaian, kalau ditanya apakah kulit saya jadi lebih cerah atau glowing, saya rasa nggak. Saya nggak merasakan efek yang luar biasa pada kulit saya. Tapi bukannya skincare yang baik memang nggak terlihat efeknya secara nyata dalam waktu singkat? Eh tapi satu tahun bukan waktu yang singkat juga ya.  

Tapi yang saya suka adalah saya rasa tekstur kulit saya semakin membaik. Esens ini membantu saya melewati masa-masa penyesuaian setelah menggunakan krim dokter kulit. Saya merasa kulit saya lebih kenyal dan sehat. Saat hormonal breakout pun kondisi kulit saya cepat pulih. Selain itu pori-pori saya tampak mengecil.

Minusnya adalah produk ini isinya terlalu banyak. 200 ml untuk masa buka kemasan 12 bulan menurut saya kebanyakan. Atau saya yang terlalu irit pakainya? Tapi disarankan memang hanya menggunakan 2-3 tetes saya udah cukup untuk seluruh wajah dan leher. Selain itu kemasannya yang kurang oke sih menurut saya.
Repurchase? Hmm, saya pikir-pikir dulu. Saya berencana untuk coba esens lain sih kalau yang ini udah abis.




Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Saturday, February 4, 2017

Aiglow Lashes Review


Seandainya dua tahun lalu saya ditanyai tentang perlukah memakai bulu mata palsu, dengan mantap saya pasti menjawab “nggak perlu lah!” sambil memasang muka heran. Sekarang semua berubah. Kalau dulu saya kenal bulu mata palsu untuk keperluan makeup menari (Bali), sekarang saya mulai tahu kalau bulu mata palsu juga bisa digunakan untuk everyday makeup. Moreover, It can escalate your look easily!

“Ih lebay banget pakai bulu mata palsu.”
Lho, kenapa nggak? Saya sekarang mulai rajin pasang bulu mata palsu kalau pakai makeup ke beauty event atau kondangan karena ternyata bulu mata palsu bisa lebih menonjolkan mata saya yang kecil dan monolid. Pakai bulu mata palsu nggak akan bikin menor atau lebay kok asalkan kita memilih bulu mata dengan model yang tepat.

Salah satu bulu mata palsu yang bisa dicoba terutama bagi pemula adalah Aiglow Lashes. Modelnya cukup banyak dan harganya terjangkau. Satu lusin (12 pasang) bulu mata seharga IDR 55.000.

Beberapa model Aiglow Lashes
G20
Aiglow Lashes berbahan rambut sintetis. Saya nggak menyarankan untuk pemakaian berulang kali karena kelihatannya bulu mata palsu ini hanya untuk sekali pemakaian. Tapi kalau dibersihkan dan disimpan dengan baik setelah pemakaian saya rasa masih bagus untuk pemakaian kedua sampai ketiga. Pas ambil dari kemasannya juga harus hati-hati, lebih baik pakai pinset agar bentuknya nggak rusak. Kemasannya rentan penyok, jadi jangan ditumpuk dengan barang-barang berat ketika disimpan.


Pas saya coba (saya coba nomor 05), bulu mata ini lumayan ringan dan enak dipakai. Pemakaiannya pun bisa dibilang mudah. Di saat banyak bulu mata yang gampang geser atau susah dilekatkan, Aiglow Lashes cukup tahan nggak gampang copot. Tentu pemasangan bulu mata ini harus dengan lem tambahan, soalnya lem bawaannya nggak terlalu kuat. Bulu mata ini cukup nyaman digunakan. Untuk mata saya yang ukurannya berbeda, biasanya saya suka potong bulu mata palsu yang sebelah kanan, tapi untuk Aiglow Lashes ternyata bisa tanpa perlu dipotong.

Jadi, tertarik nggak mencoba pakai bulu mata palsu? Atau bulu mata palsu udah menjadi item wajib untuk makeup?



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Tuesday, January 24, 2017

Wardah Exclusive Matte Lipcream Review


Terus terang Wardah termasuk brand yang nggak saya perhitungkan kalau ngomongin masalah pewarna bibir. Pas awal-awal nge-hypenya lipcream Wardah ini, saya hanya menjadi pengamat dan kurang tertarik untuk mencoba. Pertama, karena saya jarang banget cocok sama yang namanya lipcream dengan finishing  “matte”. Biasanya bibir saya jadi kering, pecah-pecah, tebal (seperti ada lapisan kulit mati membandel), dan kalau udah gitu butuh waktu lama untuk mengembalikan ke kondisi semula. Kedua, saya nggak pernah cocok sama lipstick yang sebelumnya sudh dikeluarkan oleh Wardah. Warnanya nggak nyatu di bibir saya.

Kemudian semua berubah ketika saya ikut acara beauty class Wardah Co[l]ordination di Gosha Bali. Waktu itu saya iseng nyoba Wardah Exclusive Matte Lipcream karena teman-teman pada heboh bilang bagus. Jadilah pas demo makeup saya pakai lipcream ini untuk melengkapi look hari itu. Surprisingly saya suka! Kemudian saya berencana membeli sendiri dua shades yang paling hype di seri pertamanya, “See You Latte” dan “Speachless”.


Lipcream ini dikemas dalam tabung kaca silinder transparan dengan tutup warna silver. Kemasan luarnya juga silver dengan lining hijau khas Wardah dan bagian bawahnya berlubang untuk melihat shades lipcream. Satu tube isinya 4 gr, cukup banyak bisa dipakai beberapa bulan meskipun dipakai setiap hari. Teksturnya creamy, lumayan padat tapi nggak susah diaplikasikan. Aplikatornya panjang dan gampang digunakan (maaf nggak kefoto). See You Latte lebih ke warna nude pink, sedangkan Speachless warnanya nude peach.


Lipcream Wardah sekarang saya pakai untuk sehari-hari bergantian dengan beberapa lipcream brand lain. So far saya suka banget! Saya akui saya terlalu underestimate lipcream dari Wardah ini. Padahal bagus and really worth to try!

Yang saya suka dari Wardah Exclusive Matte Lipcream :
·         Warnanya pigmented! Untuk dua warna nude yang saya pilih, See You Latte dan Speachless menurut saya warnanya pigmented. Memang pengaplikasiannya agak tricky harus merata agar pas kering warnanya nggak belang-belang.
·         Nggak bikin bibir saya alergi atau iritasi. Lipcream ini juga nggak bikin bibir saya kaku seperti beberapa lipcream brand lain yang bikin bibir serasa diplester.
·         Surprisingly, dengan tekstur yang terasa banget mengcover bibir tapi nggak cracking.
·          Fading perlahan-lahan. Meskipun pas lama nggak minum air putih akan ada sedikit gumpalan (tapi saya rasa bukan cracking) di bibir bagian dalam. Saya biasanya pakai dari jam 7 pagi baru reapply pas makan siang jam 12-an.
·         Warnanya cantik-cantik! Belum coba semua sih tapi saya rasa wearable. See You Latte aja yang saya pikir terlalu nude bikin pucat ternyata bagus dan jatuhnya natural untuk pemakaian sehari-hari.
·         Gampang dibersihkan.
·         Dengan harga retail rata-rata IDR 59.000 It really worth to try!

Ternyata kalau dilist banyak banget hal yang saya suka dari Wardah Exclusive Matte Lipcream. Tapi ada juga hal yang nggak saya suka :
·         Wanginya agak mengganggu, terasa seperti wangi sponge atau entah apa saya susah mendefinisikannya.
·         Kemasan luar yang menurut saya kurang elegan.

Jadi nggak sabar untuk mengkoleksi seluruh shades Wardah Exclusive Matte Lipcream ini. Kalau kalian juga sudah pernah coba, share pendapat kalian tentang Wardah lipcream ini di comment section ya!



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+