HOME      ABOUT      CONTACT      INSTAGRAM
Showing posts with label Beauty Sharing. Show all posts
Showing posts with label Beauty Sharing. Show all posts

Sunday, February 4, 2018

SK II Facial Treatment Essence Review


Setelah sekian lama penasaran dengan esens yang jadi holy grail kebanyakan beauty enthusiast ini, akhirnya saya memberanikan diri mencoba si fenomenal SK II Facial Treatment Essence (FTE). Sejujurnya saya sangat takut dan ragu ketika pertama kali mencoba Pitera esens. Gimana nggak takut, banyak review menyebutkan kalau SK II FTE bikin purging yang nggak tanggung-tanggung, jerawatan semuka, kulit gosong, dan masih banyak lagi efek purging yang bikin maju mundur cobain produk ini. Tapi berbekal keyakinan kalau kulit saya udah bebas dari perawatan dokter, sayapun mencoba menambahkan Pitera esens ke dalam skincare routine saya.

Pertama kali coba, ada sensasi cekit-cekit yang cenderung tidak nyaman. Saya nggak tahu apa semua orang merasakan hal ini ketika pertama kali menggunakan SK II FTE. Rasanya kayak gatal pas diolesin peeling. Memang nggak parah sampai ingin garuk-garuk, tapi saya rasakan sensasi ini berlangsung cukup lama. Tapi ini hanya saya rasakan saat pemakaian pertama, selanjutnya udah nggak lagi.

Saya menggunakan SK II FTE pagi dan malam hari setelah menggunakan toner. Awalnya saya aplikasikan menggunakan kapas, tapi kok nggak puas. Jadi saya menuangkan esens di telapak tangan kemudian saya tepuk-tepuk lembut di seluruh wajah. Cara ini lebih enak sih kalau menurut saya. Cukup 2-3 tetes biar nggak boros. Satu botol SK II FTE berukuran 75 ml kira-kira bisa saya gunakan selama 5 bulan. Cukup hemat kan!


SK II FTE mengandung lebih dari 90% Pitera. Saya kutip dari official website SK II Indonesia, Pitera adalah Bahan bio-alami yang mengandung lebih dari 50 nutrisi mikro. Pitera membantu mengkondisikan fungsi alami kulit dan menutrisinya dengan pelembab alami untuk membantu kulit terhidrasi, terasa lembut dan tampak bercahaya alami. Dengan pemakaian rutin sesuai petunjuk pemakaian, kulit terbantu tampak cantik sebening Kristal.
Setelah menghabiskan 1 botol (sekarang botol kedua), saya ingin sharing tentang apa yang saya rasakan terkait klaim produk ini.

Kulit sebening kristal setelah pemakaian satu botol

Not literally sebening kristal, saya belum merasakan kalau kulit saya jadi bening seperti para brand ambassador di iklan SK II FTE. Kalau yang dimaksud tampilan kulit jadi lebih bening dalam artian putih merata dan bersinar, saya rasa nggak, atau mungkin belum. Tapi saya senang SK II FTE membuat warna kulit saya merata dan terlihat sehat.

Pitera akan membantu mengkondisikan fungsi alami kulit

Mungkin ini sebabnya banyak orang yang masih memakai rangkaian perawatan dokter kulit mengalami purging. Syukurlah saya nggak perlu mengalami masa-masa jerawatan atau kulit gosong saat awal pemakaian. Saya memang merasa kulit saya cenderung balik ke kondisi alaminya sebelum mengenal krim racikan. Hal ini saya sadari waktu saya belajar berenang. Hampir setiap hari di kolam renang dengan air yang tahu sendiri lah bikin kulit nggak bagus, kulit saya tetap bertahan dan nggak muncul masalah.

Membantu masalah kulit kusam dan kering

Sejak kembali bekerja, kulit saya menjadi cenderung kering karena dari pagi sampai sore ada di ruangan berAC. Dari yang saya rasakan, SK II FTE tidak terlalu membantu karena kulit saya tetap kering dan kadang-kadang mengelupas di bagian hidung. Padahal belakangan ini saya memakainya 2 sampai 3 step.  Namun untuk kulit kusam saya rasa sesuai dengan klaimnya kalau SK II FTE dapat membantu membuat tampilan kulit lebih cerah. Sekali lagi bukan cerah dalam artian putih ya, tapi lebih ke tampilan kulit sehat.

SK II Facial Treatment Essence membuat kulit kenyal dan awet muda

Saya sangat setuju dengan klaim produk yang mengatakan esens ini membuat kulit lebih kenyal. Saya puas banget dengan tekstur kulit saya sekarang. Nah, untuk awet muda, sepertinya kita harus tunggu beberapa tahun lagi tentunya dengan pemakaian teratur.

Overall, saya suka dengan produk ini dan berniat untuk terus menggunakannya. Tapi saya nggak bohong kalau saya berpikir juga untuk cari esens lain karena sekarang sudah banyak bermunculan esens yang nggak kalah oke dengan harga yang lebih affordable.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Tuesday, December 5, 2017

Antipodes Apostle Skin Brightening Serum Review


Antipodes Apostle Skin Brightening Serum adalah salah satu serum yang udah lama masuk skincare wishlist saya. Banyak review positif tentang serum ini bikin saya makin nggak sabar menambahkan Apostle serum ke dalam AM routine. Sebelumnya, saya memang nggak menggunakan serum di pagi hari, hanya essence (pre serum) dan moisturizer. Padahal menggunakan serum sangat disarankan untuk membantu memperbaiki kondisi kulit yang udah semakin meninggalkan keremajaannya. Dan akhirnya sayapun memantapkan hati mencoba serum ini dengan harapan kondisi kulit saya jadi makin baik dan sehat.

Antipodes adalah salah satu brand organic skincare yang berasal dari New Zealand. Akhir-akhir ini organic skincare semakin menjadi pilihan karena dipercaya menggunakan hanya bahan-bahan alami yang aman untuk kulit. Awalnya saya nggak terlalu familiar dengan organic skincare sampai sering dibahas dan direview oleh para skincare guru (Kae Pratiwi dan Deszel). Hampir seluruh range skincarenya menarik untuk dicoba, dua diantaranya ya di Apostle ini dan Aura Manuka Honey Mask (next wishlist).


Antipodes Apostle Skin Brightening Serum dikemas dalam botol serum kaca berwarna cokelat gelap. Serum ini berwarna cokelat muda pekat dengan tekstur watery tapi cukup kental. Tekstur water bikin Apostle serum cepat menyerap di kulit. Serum ini punya wangi yang cukup khas yang menurut saya sih nggak terlalu mengganggu.

Description

This water-based serum helps correct dull, blemishes or uneven skin. The revolutionary antioxidant Vinanza Grape&Kiwi helps minimise the appearance of facial redness. Exfoliating enzymes from the superfruit kiwifruit and shooting Vinanza Oxifiend from pinot noir grapes leave skin gloriously glowing. Meanwhile, mamaku black fern and Reishi mushroom of immortality boost healthy cell renewal for true, fresh-faced beauty.

Kalau membaca deskripsi produknya, serum ini benar-benar all-in-one perfect serum. Selain mencerahkan, juga kaya antioksidan dan mengurangi kemerahan pada kulit.

Saya menggunakan 2 tetes Apostle serum setiap pagi untuk seluruh wajah sampai leher. Lumayan awet kok, untuk ukuran 30 ml, serum ini bisa untuk 2-3 bulan pemakaian. Sebenarnya saya sangat suka tekstur dan sensasi setelah memakai serum ini.  Langsung menyerap nggak pakai lengket dan rasanya langsung memberi nutrisi pada kulit. Namun sayangnya, setelah hampir 2 bulan pemakaian, terjadi banyak penyumbatan pori dan muncul komedo. Duh sedih. Padahal saya sangat suka serum ini. Dengan sangat terpaksa sayapun menghentikan pemakaiannya.

Sepanjang yang saya baca di beberapa beauty blog, banyak yang cocok dan aman-aman aja kulitnya ketika pakai Apostle serum. Iri deh. Kalau kalian salah satu yang cocok menggunakan serum ini, boleh dong sharing di bagian comment.



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Sunday, July 9, 2017

Nuxe Anti Fatigue Moisturising Eye cream Review


For me It is twice harder to add eye cream on my everyday skincare routine. Saya merasa eye cream nggak akan memberikan dampak yang signifikan dan juga, ribet!, harus memakai krim lain yang hanya khusus untuk area mata. Lagipula saya selalu menganggap area mata saya baik-baik saja, hanya sesekali sembab kalau kurang tidur.

Beberapa waktu belakangan, saya memutuskan untuk menambahkan eye cream dalam skincare routine karena sempat suatu waktu BA dari salah satu merek skincare favorit saya bilang kalau area mata saya kering banget. Nggak mau ambil risiko munculnya kerutan di kemudian hari saya pun memulai perburuan eye cream saya dan menemukan  Nuxe Anti Fatigue Moisturising Eye cream.

Kenapa saya tertarik mencoba produk ini?

Nuxe Anti Fatigue Moisturising Eye cream merupakan moisturising eye cream yang disebut dapat mengurangi sembab dan lingkaran hitam pada mata. Karena sifatnya yang melembabkan, eye cream ini memang ditargetkan untuk memperbaiki kondisi kulit yang kering di area mata. Hal inilah yang membuat saya memutuskan mencoba Nuxe Anti Fatigue Moisturising Eye cream  untuk melembabkan kulit di area mata saya. Apa sih tandanya area mata yang kering? Yang paling saya rasakan adalah ketika menggunakan makeup, foundation atau concealer nggak mau nempel sempurna di area bawah mata. Malah cepat luntur dan kelihatan belang. Pengaplikasian eyeshadow pun jadi agak susah kalau kulit di sekitar mata nggak sehat. Dan yang paling seram, area mata yang kering dan nggak terawat akan mempercepat munculnya kerutan.


Nuxe Anti Fatigue Moisturising Eye cream bertekstur krim yang lumayan kental dan berwarna putih. Meskipun teksturnya krim, eye cream ini cepat menyerap dan nggak meninggalkan bekas. Wanginya lembut mengingatkan saya pada wangi bunga jempiring. Bahan-bahan penyusunnya terdiri dari Plant caffeine yang berfungsi untuk anti sembab dan Hyaluronic acid untuk anti aging. Yang saya suka adalah eye cream ini dikemas dalam botol pump, jadi lebih higienis dan mempermudah untuk menakarnya. Saya menggunakan eye cream ini setiap pagi dan malam, menutup rangkaian AM dan PM routine. Cukup setengah pump atau sebesar biji kacang hijau. Saya mengaplikasikannya menggunakan jari tengah atau jari manis dengan gerakan setengah lingkaran yang ditarik ke area luar mata.


Setelah kurang lebih tiga bulan pemakaian, saya merasakan kulit di area mata memang menjadi lembab. Tekstur kulit juga jadi halus. Tapi kalau untuk kantung mata dan kerutan, produk ini nggak terlalu membantu. Nuxe Anti Fatigue Moisturising Eye cream bisa dicoba bagi ingin melakukan perawatan sedini mungkin untuk kulit area mata terutama mencegah sebelum kerutan mulai bermunculan. Repurchase? Karena eye cream durasi pemakaiannya cukup lama alias susah habisnya, mungkin saya nggak akan repurchase, tapi coba eye cream lainnya untuk targeted treatment.


          
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Thursday, March 9, 2017

Make Over Nudes Eyeshadow Pallete Review


Hello! Mungkin kalian masih ingat kalau Make Over baru saja mengeluarkan eyeshadow pallete terbarunya di awal tahun 2017. Make Over Eyeshadow Pallete diciptakan dengan dua nuansa, Nudes and Smokey. Keduanya terdiri dari delapan varian warna yang disusun untuk menciptakan makeup look dengan nuansa masing-masing. Beruntungnya saya karena bisa mencoba salah satunya yaitu Make Over Nudes Eyeshadow Pallete dalam kolaborasi bersama Bali Beauty Blogger.

Oh ya, bagi yang belum tahu, Make Over adalah salah satu brand lokal (favorit saya) di bawah naungan PT Paragon Technology and Innovation. Jadi, bagi yang sadar setelah saya sebutkan produsennya, Make Over satu induk dengan brand lokal oke lainnya yaitu Wardah dan Emina. Sebelumnya saya udah coba produk Make Over mulai dari eyeshadow, lipcolour, sampai eyeliner dan saya bisa bilang semuanya punya kualitas yang cukup baik. Bahkan ada beberapa produk yang bagus banget nggak kalah dengan brand luar.

from left to right :
CAVIAR-ESPRESSO-COPPER-HOT STONE-
CHAMPAGNE-CANDY ROSE-IVORY FROST-BONE
Make Over Nudes Eyeshadow Pallete terdiri dari delapan warna natural. They said “skin bare colours”. Ada masing-masing empat shimmery and velvety shades. Menurut saya warna-warna nudes dalam pallete ini wearable dan easy to mix and match. Untuk kalian yang suka natural makeup pasti langsung jatuh hati melihat pallete ini.

Bagaimana dengan tekstur dan ketahanannya? I personally really love the velvety shades. Velvety shades in this pallete are easy to blend, pigmented, and not flaky at all. Ini sama seperti Make Over Trivia Eyeshadow yang saya punya sebelumnya. Tapi sayang saya nggak menemukan kualitas yang sama di warna-warna shimmery. Yang shimmery lebih susah dibaurkan and not really pigmented (if you try to make dramatic or glam makeup look). Tapi saya rasa untuk makeup yang natural atau “no makeup makeup” akan bagus karena kita nggak mungkin kan terlalu menonjolkan shimmer.


Tentang kemasan, saya suka kemasan luarnya yang dope dengan desain yang pas. Simple tapi terlihat mahal. Tapi untuk pallete, hmm saya kurang puas. Saya lebih suka kemasan Trivia Eyeshadow. Eyeshadow ini kemasannya plastik yang kelihatanya kalau saya jatuhin sekali akan langsung pecah Untuk harga IDR 195.000 saya sih mengarapkan lebih. Ohya, eyeshadow ini juga dilengkapi dengan kuas untuk shaping dan blending yang saya suka banget. Kuasnya enak dipakai dan kualitasnya cukup baik.

#eyecentric Glam Makeup Look 
Overall saya cukup puas dengan Make Over Nudes Eyeshadow Pallete. Sure, I would keep It as my weapon to create natural makeup look, even the bold look. Because as they said, Nudes is the new bold, isn’t It?



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Saturday, March 4, 2017

Rollover Reaction Lip & Cheek Cream “Lizzy, Saddie, Livv” Review


Dari sekian banyak lipcream lokal yang saya coba, Rollover Reaction (RR) sampai saat ini masih jadi juaranya. Saya termasuk yang telat banget cobain RR. Waktu nge-hype saat pertama launching, RR jadi wishlist tapi nggak kunjung saya beli. Akhirnya waktu RR mengeluarkan seri “The Clique” saya langsung beli Livv dan diikuti dua shades lainnya, Saddie dan Lizzy.

Livv langsung mencuri hati saya pertama kali The Clique keluar. Warnanya terinspirasi dari beauty icon tahun 90-an, Livv Tyler. Warna camel brown Livv jadi favorit saya banget. Saddie, adalah warna best seller nya RR. Warna mauve pink Saddie memang cantik dan wearable. Kalau Lizzy adalah gambling buy saya. Saya nggak pernah cocok pakai warna nude brown semacam Lizzy. Tapi surprisingly saya suka melihat Lizzy waktu saya pakai. Lizzy adalah nude colour yang saya cari selama ini.


Sesuai namanya, RR nggak cuma bisa dipakai sebagai lipcream namun bisa juga sebagai cream blush bahkan eyeshadow! Efisien banget buat orang-orang yang ingin menghemat waktu dandan. Tapi memang saat mengaplikasikan RR sebagai cream blush bit tricky. Lebih baik menggunakan tangan dan lakukan dengan perlahan agar hasilnya natural.


Kenapa saya suka RR?
Teksturnya creamy dengan velvet matte finish pas dengan selera saya. Dibandingkan lipcream yang "dead"matte finish ternyata saya lebih nyaman dengan velvet/satin finish. Warnanya pigmented, untuk ketiga shades RR yang saya miliki, cukup sekali oles warnanya langsung keluar. Formula RR nggak cracking dan nggak bikin bibir saya kering, meskipun pas aplikasi ulang nggak pakai lipbalm. Hanya saja karena formulanya yang melembabkan RR lumayan transfer alias kalau dipakai gampang belepotan. Selain itu RR cepat luntur. Tapi fading nya perlahan menyisakan warna tipis di bibir. Tapi saya sih nggak masalah karena saya lebih memilih transfer dan cepat luntur tapi lembab dibandingkan matte tahan lama tapi cracking dan bikin bibir kering.

Selain tekstur dan formula, saya suka banget dengan kemasannya. Tube dan kemasan luarnya bagus dan membuat RR terlihat mewah. Aplikatornya menurut saya kurang runcing tapi lumayan enak dan mudah digunakan. RR wanginya juga enak, manis vanila yang nggak mengganggu. Nah, pas diaplikasikan saya merasa ada sensasi mint, dingin-dingin gitu di bibir. Untuk yang kurang suka mungkin ini akan sedikin mengganggu.  

But after all I can say that RR is definitely an option if you’re seeking for affordable lipcream with good quality. I personally still want to collect the other shades.  Never #GetSueded enough!



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Tuesday, February 14, 2017

KIEHL’S Iris Extract Activating Treatment Essence Review

 

Saya masih ingat dengan perjuangan saya tepat setahun yang lalu untuk menemukan skincare yang tepat selepas memakai krim perawatan dokter kulit. Saat itu pertama kalinya saya memberanikan diri mencoba Kiehl’s dan berharap kondisi kulit saya bisa membaik. KCR yang saya temui langsung menyarankan saya untuk mencoba Kiehl’s Iris Extract Activating Treatment Essence. Saya sempat curiga dia menyarankan saya mencoba Iris esens karena produk ini waktu itu baru saja launching. Tapi karena dia menyebutkan kalau esens ini dapat mengembalikan kondisi kulit (bahkan lebih baik), sayapun luluh dan mau mencoba.

Sebelumnya, saya bukan orang yang suka melakukan banyak steps saat memakai skincare. Pelembab saja cukup. Jadi ketika disarankan untuk menambah esens sebagai preserum saya jadi excited! Bukannya malas tapi malah jadi bersemangat ya, haha!

“with Iris Florentina Extract to reactivate skin’s youthful look for smoother, radiant skin”

Esens ini adalah preserum yang digunakan dalam “first step” rutinitas skincare. Banyak kelebihan dan manfaat yang diklaim bisa diberikan esens ini karena kandungan di dalamnya. Pertama, esens ini mengandung Iris Florentina Extract sebagai perawatan anti-aging dan melembabkan. Kedua, Lipo Hydroxy Acid (LHA) mengaktivasi proses eksfoliasi kulit secara natural. Sodium Hyaluronate dipercaya dapat meregenerasi kulit dan mengurangi penampakan kerutan. Sodium Hyaluronate membentuk lapisan transparan pada kulit yang membantu menyamankan kulit . Bahan ini mampu mengikat air 1,8 kali dari beratnya, jadi menjamin kulit selalu dalam keadaan terhidrasi. Esens ini disebut dapat mengaktifkan kembali sel-sel kulit sehingga kulit tampak lebih muda dan dapat memperbaiki tekstur kulit.


Iris esens bertekstur likuid yang agak sedikit kental. Meski begitu, esens ini cepat menyerap di kulit. Warnanya bening dengan wangi seperti air mawar. Mungkin ini wangi bunga Iris. Esens ini paraben free dan oil free, tapi memang nggak disebutkan alcohol free. Pada bahan penyusunnya masih terdapat “alcohol denat” yang membuat wangi alkohol sedikit tercium. Dari artikel yang saya baca, alcohol denat bukan bahan kosmetik yang berbahaya. Bahan ini berfungsi untuk mencegah produk berbuih, anti mikrobakteri, mengontrol minyak, dan mengecilkan pori-pori. Tapi mungkin pada sebagian orang malah dapat membuat kulit kering.

Kalau saya sih nggak terganggu dengan wanginya. So far kulit saya juga nggak mengalami kekeringan, hanya saja ketika kulit saya dalam kondisi lebih kering dari sebelumnya (misalnya faktor cuaca) saya memang merasa kalau esens ini kurang melembabkan.

Saya memakainya setiap hari saat AM dan PM routine setelah mengaplikasikan toner. Cukup 2-3 tetes kemudian ditepuk-tepuk dan dioleskan menggunakan tangan. Refreshing, saya suka dengan sensasinya yang adem di kulit. Esens ini memerlukan waktu beberapa detik sebelum menyerap sempurna, jadi biasanya saya tunggu beberapa saat sebelum lanjut memakai pelembab.


Setelah setahun pemakaian, kalau ditanya apakah kulit saya jadi lebih cerah atau glowing, saya rasa nggak. Saya nggak merasakan efek yang luar biasa pada kulit saya. Tapi bukannya skincare yang baik memang nggak terlihat efeknya secara nyata dalam waktu singkat? Eh tapi satu tahun bukan waktu yang singkat juga ya.  

Tapi yang saya suka adalah saya rasa tekstur kulit saya semakin membaik. Esens ini membantu saya melewati masa-masa penyesuaian setelah menggunakan krim dokter kulit. Saya merasa kulit saya lebih kenyal dan sehat. Saat hormonal breakout pun kondisi kulit saya cepat pulih. Selain itu pori-pori saya tampak mengecil.

Minusnya adalah produk ini isinya terlalu banyak. 200 ml untuk masa buka kemasan 12 bulan menurut saya kebanyakan. Atau saya yang terlalu irit pakainya? Tapi disarankan memang hanya menggunakan 2-3 tetes saya udah cukup untuk seluruh wajah dan leher. Selain itu kemasannya yang kurang oke sih menurut saya.
Repurchase? Hmm, saya pikir-pikir dulu. Saya berencana untuk coba esens lain sih kalau yang ini udah abis.




Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Saturday, February 4, 2017

Aiglow Lashes Review


Seandainya dua tahun lalu saya ditanyai tentang perlukah memakai bulu mata palsu, dengan mantap saya pasti menjawab “nggak perlu lah!” sambil memasang muka heran. Sekarang semua berubah. Kalau dulu saya kenal bulu mata palsu untuk keperluan makeup menari (Bali), sekarang saya mulai tahu kalau bulu mata palsu juga bisa digunakan untuk everyday makeup. Moreover, It can escalate your look easily!

“Ih lebay banget pakai bulu mata palsu.”
Lho, kenapa nggak? Saya sekarang mulai rajin pasang bulu mata palsu kalau pakai makeup ke beauty event atau kondangan karena ternyata bulu mata palsu bisa lebih menonjolkan mata saya yang kecil dan monolid. Pakai bulu mata palsu nggak akan bikin menor atau lebay kok asalkan kita memilih bulu mata dengan model yang tepat.

Salah satu bulu mata palsu yang bisa dicoba terutama bagi pemula adalah Aiglow Lashes. Modelnya cukup banyak dan harganya terjangkau. Satu lusin (12 pasang) bulu mata seharga IDR 55.000.

Beberapa model Aiglow Lashes
G20
Aiglow Lashes berbahan rambut sintetis. Saya nggak menyarankan untuk pemakaian berulang kali karena kelihatannya bulu mata palsu ini hanya untuk sekali pemakaian. Tapi kalau dibersihkan dan disimpan dengan baik setelah pemakaian saya rasa masih bagus untuk pemakaian kedua sampai ketiga. Pas ambil dari kemasannya juga harus hati-hati, lebih baik pakai pinset agar bentuknya nggak rusak. Kemasannya rentan penyok, jadi jangan ditumpuk dengan barang-barang berat ketika disimpan.


Pas saya coba (saya coba nomor 05), bulu mata ini lumayan ringan dan enak dipakai. Pemakaiannya pun bisa dibilang mudah. Di saat banyak bulu mata yang gampang geser atau susah dilekatkan, Aiglow Lashes cukup tahan nggak gampang copot. Tentu pemasangan bulu mata ini harus dengan lem tambahan, soalnya lem bawaannya nggak terlalu kuat. Bulu mata ini cukup nyaman digunakan. Untuk mata saya yang ukurannya berbeda, biasanya saya suka potong bulu mata palsu yang sebelah kanan, tapi untuk Aiglow Lashes ternyata bisa tanpa perlu dipotong.

Jadi, tertarik nggak mencoba pakai bulu mata palsu? Atau bulu mata palsu udah menjadi item wajib untuk makeup?



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Tuesday, January 24, 2017

Wardah Exclusive Matte Lipcream Review


Terus terang Wardah termasuk brand yang nggak saya perhitungkan kalau ngomongin masalah pewarna bibir. Pas awal-awal nge-hypenya lipcream Wardah ini, saya hanya menjadi pengamat dan kurang tertarik untuk mencoba. Pertama, karena saya jarang banget cocok sama yang namanya lipcream dengan finishing  “matte”. Biasanya bibir saya jadi kering, pecah-pecah, tebal (seperti ada lapisan kulit mati membandel), dan kalau udah gitu butuh waktu lama untuk mengembalikan ke kondisi semula. Kedua, saya nggak pernah cocok sama lipstick yang sebelumnya sudh dikeluarkan oleh Wardah. Warnanya nggak nyatu di bibir saya.

Kemudian semua berubah ketika saya ikut acara beauty class Wardah Co[l]ordination di Gosha Bali. Waktu itu saya iseng nyoba Wardah Exclusive Matte Lipcream karena teman-teman pada heboh bilang bagus. Jadilah pas demo makeup saya pakai lipcream ini untuk melengkapi look hari itu. Surprisingly saya suka! Kemudian saya berencana membeli sendiri dua shades yang paling hype di seri pertamanya, “See You Latte” dan “Speachless”.


Lipcream ini dikemas dalam tabung kaca silinder transparan dengan tutup warna silver. Kemasan luarnya juga silver dengan lining hijau khas Wardah dan bagian bawahnya berlubang untuk melihat shades lipcream. Satu tube isinya 4 gr, cukup banyak bisa dipakai beberapa bulan meskipun dipakai setiap hari. Teksturnya creamy, lumayan padat tapi nggak susah diaplikasikan. Aplikatornya panjang dan gampang digunakan (maaf nggak kefoto). See You Latte lebih ke warna nude pink, sedangkan Speachless warnanya nude peach.


Lipcream Wardah sekarang saya pakai untuk sehari-hari bergantian dengan beberapa lipcream brand lain. So far saya suka banget! Saya akui saya terlalu underestimate lipcream dari Wardah ini. Padahal bagus and really worth to try!

Yang saya suka dari Wardah Exclusive Matte Lipcream :
·         Warnanya pigmented! Untuk dua warna nude yang saya pilih, See You Latte dan Speachless menurut saya warnanya pigmented. Memang pengaplikasiannya agak tricky harus merata agar pas kering warnanya nggak belang-belang.
·         Nggak bikin bibir saya alergi atau iritasi. Lipcream ini juga nggak bikin bibir saya kaku seperti beberapa lipcream brand lain yang bikin bibir serasa diplester.
·         Surprisingly, dengan tekstur yang terasa banget mengcover bibir tapi nggak cracking.
·          Fading perlahan-lahan. Meskipun pas lama nggak minum air putih akan ada sedikit gumpalan (tapi saya rasa bukan cracking) di bibir bagian dalam. Saya biasanya pakai dari jam 7 pagi baru reapply pas makan siang jam 12-an.
·         Warnanya cantik-cantik! Belum coba semua sih tapi saya rasa wearable. See You Latte aja yang saya pikir terlalu nude bikin pucat ternyata bagus dan jatuhnya natural untuk pemakaian sehari-hari.
·         Gampang dibersihkan.
·         Dengan harga retail rata-rata IDR 59.000 It really worth to try!

Ternyata kalau dilist banyak banget hal yang saya suka dari Wardah Exclusive Matte Lipcream. Tapi ada juga hal yang nggak saya suka :
·         Wanginya agak mengganggu, terasa seperti wangi sponge atau entah apa saya susah mendefinisikannya.
·         Kemasan luar yang menurut saya kurang elegan.

Jadi nggak sabar untuk mengkoleksi seluruh shades Wardah Exclusive Matte Lipcream ini. Kalau kalian juga sudah pernah coba, share pendapat kalian tentang Wardah lipcream ini di comment section ya!



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Tuesday, January 10, 2017

Frank Body Scrub Review


Ada nggak sih diantara kalian yang suka bermasalah dengan jerawat punggung dan selulit? Saya, iya. Awalnya sih nggak merasa terganggu, tapi kok lama-lama sebel juga. Punggung yang nggak mulus dan selulit bikin saya nggak pernah percaya diri untuk pakai backless dress atau bikini.

Kemudian saya membaca tentang Frank Body Scrub yang disebut-sebut bisa menghilangkan bekas jerawat dan selulit. Setelah membaca beberapa reviunya sayapun tertarik untuk mencoba. Sayangnya di Indonesia belum ada outlet resmi yang menjual Frank Body Scrub. Beruntung saya bisa mendapatkannya secara online di Benscrub.

Frank Body Scrub terbuat dari bahan-bahan alami yaitu roasted Robusta coffee, almond oil, dan sea salt. Frank Body Scrub 100% Vegan, diujicobakan langsung kepada manusia (non animal testing), serta bebas paraben dan PEGS (polyethylene, salah satu turunan minyak bumi yang menyebabkan penuaan dini).

ingredients ; source
Tekstur scrub ini lumayan kasar, which I love so much! Rasanya agak kurang puas sih kalau butiran scrub terlalu halus. Aroma kopi yang kuat langsung tercium meskipun kemasan scrub ini masih tertutup rapat. Benar-benar wangi pure 100% coffee. Kemasannya berupa paperbag dengan perekat (resealable zip) di bagian atas. Kemasannya bagus, sesuai banget sama konsep scrub yang alami. Resealable zip juga membuat kemasannya gampang disimpan. Kekurangannya adalah karena terbuat dari kertas, luaran kemasan gampang koyak apalagi lama-lama almond oil yang adalah bahan scrub jadi rembes ke kemasan meskipun di dalamnya sudah ada lapisan plastik.


Saran penggunaan scrub ini adalah dipijat dengan gerakan melingkar 2-3 kali seminggu. Pertama kali digunakan saya merasa agak susah karena teksturnya lumayan kering meskipun ada almond oil di dalamnya. Saya bersusah payah menjaga agar scrubnya nggak jatuh-jatuh duluan ke lantai. Kadang saya basahi sedikit bagian tubuh biar scrubnya langsung nempel. Aromanya benar-benar enak, bikin relaks. Tapi sesuai campaignnya Frank Body, we will get dirty! Kamar mandi (atau tempat kita scrubbing) akan kotor dengan kopi dan agak berminyak karena almond oil. Setelah pemakaian kulit saya terasa lembab dan halus.

Tujuan utama saya menggunakan scrub ini memang adalah untuk menghilangkan jerawat punggung (juga bekasnya) dan selulit. Setelah menghabiskan satu kemasan 200 gr, jerawat punggung saya mulai menipis meskipun bekas-bekasnya masih tetap terlihat. Selulit saya juga masih belum bisa hilang. Mungkin untuk mendapatkan hasil yang benar-benar maksimal saya harus menggunakan scrub ini secara rutin dalam jangka waktu yang lebih lama. Itu artinya saya harus repurchase dong. Tapi untuk sementara waktu sepertinya saya akan mencari alternatif lain dulu deh mengingat Frank Body Scrub ini lumayan pricey



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Friday, January 6, 2017

AM-PM Skincare Routine

Kebutuhan untuk merawat kulit sejak dini nyatanya hampir selalu berbanding terbalik dengan niat dan konsistensi, ya kan? Padahal konsistensi penting banget kalau ingin mendapatkan "glowing skin". Jangan heran kalau kulit aktris Korea Selatan terlihat sehat dan bercahaya. Yang saya tahu mereka rajin banget merawat kulit sejak dini, dan nggak pernah skip skincare routine setiap harinya. 

Selain itu, sepertinya kita susah banget bertahan memakai satu produk skincare selama beberapa waktu sampai benar-benar merasakan efeknya. Saya pun begitu. Seringnya cepat bosan kalau harus menghabiskan satu full size product. Apalagi banyak godaan skincare baru yang minta banget dicoba. Padahal untuk mendapatkan efek yang baik, kita wajib bersabar, konsisten, dan nggak instan. Kalau instan malah curiga ada bahan-bahan yang nggak aman buat kulit.

Mendapatkan kulit yang sehat memang membutuhkan fase coba-coba skincare. Tipe kulit kita kan beda-beda, jadi nggak bisa disamakan bahkan untuk jenis kulit yang sama terkadang membutuhkan penanganan yang berbeda-beda.

Untuk saya yang kulitnya sensitif kombinasi, skincare routine ini yang biasa saya lakukan selama sepuluh bulan terakhir.


AM ROUTINE

·         First cleanse : Viva Milk Cleanser Green Tea
·         Second cleanse : The Body Shop Seaweed Deep Cleansing Face Wash
·         Toner : Kiehls Callendula Herbal Extract Toner
·         Apply 2-3 drops of Kiehls Iris Activating Treatment Essence. *I use my hand, and pat gently
·         Moisturizer : The Body Shop Aloe Soothing Day Cream
·         Eyes : Kiehls Powerful Strength Line Reducing Eye Brightening Concentrate
·         Sunblock : Shiseido Perfect UV Protector SPF 50+


PM ROUTINE

·         First cleanse : Viva Milk Cleanser Green Tea
·         Second cleanse : The Body Shop Seaweed Deep Cleansing Face Wash
·         Toner : Kiehls Callendula Herbal Extract Toner
·         Apply 2-3 drops of Kiehls Iris Activating Treatment Essence. *do It like in AM
·         Then use 2-3 drops of Kiehls Midnight Recovery Concentrate
·         Apply Kiehls Powerful Strength Line Reducing Eye Brightening Concentrate to minimize your eye bag

Saya biasanya menambahkan scrub dan masker di malam hari, 2-3 kali seminggu. Next, saya ingin mencoba menambahkan serum di AM routine.
Jangan lupa sharing juga tentang skincare routine kalian di kolom komentar ya!



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Friday, October 14, 2016

What's Inside My Sociolla Pink Box : Wardah C-defense DD Cream


Belakangan ini sepertinya saya lagi jodoh sama Wardah. Setelah fun beauty class bulan Agustus lalu dan sukses penasaran sama Exclusie Matte Lip Cream-nya (will review soon!), di bulan September Sociolla mengirimkan a Wardah brand-new-product, Wardah DD cream.


Wardah C-defense DD Cream ini adalah krim vitamin C yang merupakan kommbinasi lightening cream, sunscreen, dan krim antioksidan. Ini adalah beberapa kelebihan yang diklaim oleh si Wardah DD cream :
·         Mengandung Vitamin B3 yang membantu membuat kulit tampak lebih cerah
·         Mengandung Vitamin E sebagai antioksidan
·         Mengandung Allantoin yang membantu regenerasi kulit
·         SPF 30 membantu memberikan perlindungan optimal terhadap sinar UV

Penasaran, saya coba rasakan teksturnya di tangan. Awalnya saya pikir Wardah DD Cream ini adalah hanya krim pelembab, tapi ternyata penampakannya lebih mirip BB cream. Teksturnya ringan, hampir sama dengan liquid foundation/BB cream. Dan saya baru sadar ada shade-nya (light dan natural)! Kebetulan yang saya dapat ini shade “light”, tapi masuk ke warna kulit saya yang yellow undertone.


Saya memang belum berencana menggunakannya untuk daily routine, tapi saya rasa produk ini aman untuk digunakan sehari-hari karena produk-produk Wardah sudah terbukti kualitasnya dan formulanya disesuaikan dengan kulit orang Indonesia. Produk ini saya rasa cocok sebagai opsi kalau kamu ingin mencoba coverage ringan untuk pemakaian sehari-hari, apalagi sudah komplit dengan Vitamin C (pencerah), antioksidan, dan SPF.

Kalau mau beli produk ini bisa langsung ke counter Wardah atau kalau mau cara mudahnya bisa lewat Sociolla. Spesial buat kamu yang baca postingan ini, saya punya IDR 50.000 shopping voucher yang bisa digunakan untuk pembelian pertama (transaksi minimal IDR 250.000). Cukup masukkan kode SBNLA7FL saat checkout. 


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Saturday, September 10, 2016

Dermavita Facial : "Experiencing The Miracle Touch"


Saya, bisa dibilang adalah orang yang akan berpikir ribuan kali kalau disarankan untuk facial treatment di klinik kecantikan. Selama ini saya hanya melakukan ”extra treatment” sendiri di rumah. Ya facial sederhana ala saya, scrubbing dan masking, seperti yang pernah saya ceritakan di sini. Entah kenapa saya kok ogah ke klinik kecantikan. Sepertinya saya kebanyakan mendengar isu-isu negatif tentang facial treatment. "Katanya" sih kalau habis treatment kulit malah jadi sensitif dan bermasalah. 

Dulu banget, saya pernah melakukan facial treatment di salah satu klinik kecantikan dan memang setelah perawatan saya nggak merasakan manfaat yang signifikan (komedo masih sisa, tekstur kulit nggak halus). Malahan wajah saya jadi merah-merah.

Sebelumnya, saya ngerasa aman-aman saja nggak melakukan perawatan ekstra untuk kulit wajah. Tapi belakangan ini saya baru sadar kalau komedo saya udah nggak mempan lagi kalau diusir dengan treatment sendiri di rumah. Kulit di usia seperempat abad juga udah mulai gampang kusam. Dan (OH NO!) freckless saya udah mulai kelihatan dong!


Kebetulan setelah event #20Miracle kemarin, saya berkesempatan mencoba facial treatment dari Miracle. Dari yang awalnya pesimis, saya pun jadi yakin karena dalam campaign Miracle ditekankan kalau aesthetic clinic ini menggunakan teknologi yang mutakhir dan sangat mengutamakan alat yang steril dan proses yang higienis.

Facial treatment yang saya coba adalah Dermavita Facial, treatment dasar untuk semua jenis kulit (bahkan yang sensitif sekalipun!). Sampai di Miracle clinic saya langsung di asistensi oleh receptionist yang nggak membiarkan saya menunggu lama. Ohya FYI staff-staff di Miracle Clinic sangat ramah lho! Dengan sabar mereka akan menjelaskan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan kita. Setelah proses administrasi selesai, saya menunggu kurang lebih 5 menit kemudian dijemput therapist saya hari itu untuk langsung mencoba Dermavita Facial.

Therapist saya hari itu, Mbak Wina, is very helpful! Saya banyak nanya, minta tolong ini itu, tapi Mbak Wina tetap ramah dan baik hati. Dia juga memberikan saya rekomendasi treatment-treatment selanjutnya yang bisa saya ambil.


Dermavita Facial yang saya lakukan terdiri dari beberapa step. Tapi sebelumnya saya diminta mengaplikasikan antiseptik pada tangan kalau-kalau nanti pegang wajah, agar steril.
Pertama, wajah saya dibersihkan menggunakan cleanser dan dilanjutkan dengan toner. Kedua, wajah saya dipijat dengan face massage cream. Nyaman dan enak banget! Best face massage I've ever had! Kemudian dilakukan scrubbing yang tujuannya untuk mengangkat sel kulit mati. Setelah scrubbing dilanjutkan dengan steaming (penguapan) untuk membuka pori-pori kulit. Tujuannya agar nanti pas ekstraksi komedo lebih gampang. Ekstraksi komedo yang saya pikir menyakitkan ternyata sangat nyaman. Duh! Jangan-jangan saya nanti ketagihan. Saya juga tanya-tanya Mbak Wina apa komedo saya mengkhawatirkan, dan ternyata nggak banyak. Yeay! Ada satu jerawat bandel juga di dagu yang dengan sukses dihandle Mbak Wina.

Setelah ekstraksi komedo, wajah saya ditreatment dengan alat high frequency untuk menenangkan kulit dan mempercepat normalisasi kemerahan pada kulit. Rasanya kaya disetrum-setrum kecil, dan ada rasa cekit-cekit sedikit pada bekas area ekstraksi komedo yang masih terbuka.
Selanjutya wajah saya dimasker. Enaaaaakkkk banget rasanya. Dingin dan langsung memberikan sensasi nyaman pada kulit wajah saya. Setelah kira-kira 20 menit masker kemudian dibersihkan. Lalu wajah saya diolesi calming lotion, serum (saya order Aloe Vera serum sebagai tambahan), dan sunblock. That's all. Kurang lebih menghabiskan waktu selama satu setengah jam.

Wajah saya langsung berasa lembab dan segar. Kayaknya saya udah ketagihan, langsung nggak sabar balik lagi ke Miracle untuk coba treatment lain. Akhirnya saya sadar kalau extra treatment untuk kulit wajah penting dilakukan secara rutin. Meskipun nggak pakai full make up setiap hari, tapi saya nggak pernah lepas  dari yang namanya bedak. Penting untuk melakukan treatment agar sisa-sisa kotoran yang tertinggal nggak bikin masalah baru pada kulit. Jadi kulit bisa bernapas lega dan bisa beregenerasi dengan baik.

Mbak Wina and me with truely no makeup look after Dermavita Facial
Cantik itu memang butuh perjuangan. Tapi kalau di Miracle perjuangannya jadi menyenangkan!



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Tuesday, August 30, 2016

Wardah Co[l]ordination Beauty Class X Bali Beauty Blogger


Sabtu, 27 Agustus 2016 kemarin saya dan teman-teman @balibeautyblogger diundang ke acara beauty class and sharing oleh Wardah Bali. Selain kami, ada teman-teman hijabers Bali juga. Bertempat di Gosha Kitchen and Pattisserie Renon, pagi-pagi kami udah produktif dan bersemangat untuk sharing tentang beauty and makeup bersama Wardah.

Saya rasa hampir semua yang baca tulisan ini udah kenal Wardah. Wardah ini adalah salah satu brand kosmetik Indonesia yang mulai banyak diminati konsumen dan para beauty enthusiast. Mengedepankan bahan yang aman, murni, dan halal, Wardah berharap para konsumennya dapat memiliki kulit yang sehat, bersih, dan tetap aman.
Yang membuat saya tertarik adalah Wardah selalu membuat inovasi. Nggak mau ketinggalan dengan produk kosmetik impor, Wardah terus berupaya menghadirkan skincare dan makeup yang in trend, but also suitable for Asian women. Keseriusan Wardah di bidang beauty and makeup terbukti dengan menjadi official makeup and hairdo Indonesian Fashion Week 2016.


Hari itu kami mencoba re-create salah satu look yang diciptakan Wardah saat menjadi sponsor IFW 2016. Dengan tema Wardah Co[l]ordination , Wardah menciptakan lima looks yang terinspirasi dari lima elemen alam yaitu GLOW, STONE, FLAME, SKY, AND FLOW. Look yang kami coba, SKY, menunjukkan ketenangan elemen udara. Ternyata keindahan alam yang menjadi inspirasi adalah kesan misterius dari Kawah Putih Ciwidey. Riasan mata dititikberatkan pada eyeliner putih dengan sentuhan electric light blue (di sini menggunakan eyeshadow).

hasil re-create SKY makeup look 

Saya jarang banget nyoba makeup look yang playful. Awalnya ragu-ragu, tapi setelah selesai re-create SKY lucu juga. Mengaplikasikan eyeliner putih dan eyeshadow birunya agak tricky memang ya untuk mata saya yang monolid.

Thanksss a lot Wardah Bali udah mengundang kami. Nggak membiarkan kami pulang dengan tangan kosong, Wardah juga menyiapkan goodiebag yang isinya Wardah BB Cream dan lipstick yang sedang jadi bahan perbincangan, Wardah Intense Matte Lipstick! Thanks once again!

@balibeautybloggerXhijabersBali squad
with Wardah Bali team
goodie bag from Wardah




Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+