HOME      ABOUT      CONTACT      INSTAGRAM

Saturday, December 31, 2016

Welcoming 2017


Tahun baru 2017 tinggal beberapa jam lagi. Saya merasa tahun ini cukup cepat berlalu. Terimakasih Tuhan, Hyang Widhi, saya diberikan kesehatan sehingga bisa menikmati tiap momennya. Saya juga merasa begitu banyak berkah dan kebaikan yang saya terima di tahun ini.

Januari sampai Februari adalah waktunya holiday! Thanks to BPKP scholarship jadi saya bisa menikmati liburan di Bali lumayan lama. Dan akhirnya saya sukses nyetir mobil sendiri kemana-mana. Akhir Januari kemarin adalah kali pertama saya ke Nusa Lembongan. Memang harus sering-sering short escape nih!

Maret sampai Juni saya habiskan di kampus untuk menyelesaikan semester kedua. Akhir Juni untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Jepang! One of my favourite momments this year! Duh Jepang itu membekas banget di hati. Pengen segera bisa balik lagi kesana.


Bulan-bulan selanjutnya disibukkan dengan persiapan pernikahan. Persiapan pernikahan yang menyita waktu, pikiran, tenaga, juga biaya. Tapi exciting! Baru tahun lalu curhat kalau semua teman memutuskan menikah, terus tahun ini akhirnya saya yang menikah. Pernikahan membuat 2016 jadi tahun yang paling membahagiakan dan most favourite!


And here I am, remembering 2016 and make resolutions for 2017. So these are things I wish to achieve in 2017:
  • Able to swim (ini entah resolusi dari tahun kapan, mudah-mudahan tercapai di tahun 2017, Om Swaha!)
  • Menyelesaikan kuliah. *dengan skripsi yang berkualitas dan proses yang lancar
  • I wish I can live together with my husband. Udah cukup dengan long distance relationship masa lanjut ke marriage juga.
  • Renovating our small house and turn it into a “home”
  • Traveling abroad (Indonesia juga!)
  • Two books a month (ini juga resolusi udah lama, mudah-mudahan terealisasi)
  • Lebih banyak menulis dan sharing lewat blog, semoga dengan sharing saya bisa lebih bermanfaat bagi orang lain

Semoga tahun 2017 menjadi tahun yang penuh kebaikan dan keberkahan. Semoga saya, keluarga, teman-teman, orang-orang terdekat saya senantiasa dalam lindunganNya, diberikan umur yang panjang, dan rejeki berkecukupan.

Tahun ini saya sedih dan khawatir dengan banyaknya konflik dan perdebatan yang dipicu isu-isu sensitif. Semoga di tahun baru orang-orang semakin bijaksana dan berkepala dingin dalam menanggapi isu, tidak mudah terhasut, tidak mudah membenci dan terprovokasi, tidak keras kepala menutup mata-telinga-hati, dan mau terbuka saling menerima masukan.
Semoga diberikan kedamaian hati, pikiran, damai di dunia.

Happy New Year 2017!



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Thursday, December 1, 2016

Wedding Invitation #IndraGianWedding Part 2


Invitation Design
I Komang Swastawan
081916540614
email : ikomangswastawan@gmail.com
Instagram : @swastawanikomang

Exclusively Printed by
Astagina Vis Com
08573704878


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Sunday, November 27, 2016

#IndraGianWedding Part 1 : Couple Photoshoot


Saya dan Bli Indra itu jarang banget bikin foto berdua. Jangankan yang resmi, yang cuma sekedar selfie berdua aja kami sering kelupaan. Kadang udah diniatin bawa-bawa kamera, eh trus keasikan ngobrol dan lupa. Kebetulan juga kami berdua sama-sama bukan orang yang wajib update foto kegiatan di socmed.

Mempersiapkan pernikahan, saya yang lebih semangat untuk bikin pre wedding photo (saya lebih suka menyebutnya couple photoshoot aja). Demi mewujudkan photoshoot ini saya berusaha mencari referensi sebanyak-banyaknya. Jangan heran kalau dari Januari lalu saya udah browsing through my Instagram dan nanya sana sini. Pokoknya saya semangat berapi-api deh untuk mewujudkan couple photo ini. Makasih banget buat Bli Indra yang seratus persen memberi keleluasaan ke saya untuk menentukan dan memilih semuanya.


Setelah proses meditasi yang panjang dan melelahkan, akhirnya saya pilih konsep : Balinese Classic. Kenapa? Ada dua alasan kenapa saya memilih konsep ini. Pertama, It suits our personality a lot. Kami yang hampir nggak pernah bikin foto berdua, canggung banget kalo harus banyak pose di depan kamera. Jadi saya memilih konsep dimana kami hanya melakukan pose yang simpel tapi bisa jadi sophisticated. Nggak banyak variasi tapi kelihatannya megah dan unik. Kedua, terutama saya, sangat memimpikan bisa melakonkan orang Bali asli dalam sebuah foto. Bisa dibilang ini salah satu impian saya.

Punya konsep, tentu belum menyelesaikan masalah. Masalah selanjutnya adalah menemukan vendor yang tepat. Sepengetahuan saya (dan ini ternyata benar), jarang banget yang mau bikin photoshoot dengan konsep klasik (waktu itu di bulan Mei 2016, dan sekarang malah jadi in trend!). Kebanyakan suka yang glamour dan modern. Jadi referensi yang saya dapat juga terbatas. Sampai suatu ketika nggak sengaja saya ketemu dengan @maxhelar di Instagram.


@maxhelar Photography adalah freelance fotografer pertama yang saya lihat bisa menampilkan konsep Balinese Classic dengan sederhana tapi elegan. Dan setelah bekerjasama, saya puas banget dengan cara dan hasil kerja mereka. Pertama, mereka bisa dan enak banget diajak konsultasi juga memberikan banyak masukan. Kedua, proses photoshoot nya efektif dan efisien, mereka juga sabar menangani kami yang kadang bingung pose dan hilang ekspresi. Ketiga, they meet my expectation! And that means a lot! Mereka bisa mewujudkan konsep yang ada di dalam pikiran saya. @maxhelar lah yang juga membawa saya ketemu @tirta_harum by Arsanajaya MUA.

Seperti sulitnya menemukan fotografer yang memiliki portofolio konsep Balinese Classic, begitu juga dengan MUA. Memilih MUA tanpa pernah coba terlebih dahulu kan sama aja kaya beli kucing dalam karung. Hasil makeup yang terlihat bagus di portofolio Instagram nggak menjamin hasilnya oke secara nyata. Saya benar-benar harus bersyukur karena dipertemukan dengan @tirta_harum by Arsanajaya MUA. Bli Arsana dan team adalah MUA yang biasa mensponsori kontes duta pariwisata di Bali (Teruna Teruni Denpasar, Jegeg Bagus Badung, Jegeg Bagus Bali, dll). Melihat portofolionya, saya yakin kalau Bli Arsana bisa mewujudkan apa yang ada di pikiran saya. Saya sempat khawatir karena kami cuma berhubungan via media sosial. Saya konsultasi dan kirim-kirim konsep foto cuma via chat, bahkan nggak sempat fitting karena kesibukan masing-masing. Surprisingly, saya dibuat terkagum-kagum dengan hasil riasan Bli Arsana. MUA dan WD nya perfect! So as the photographer, they meet my expectation sooo well. Saya nggak berhenti tersenyum ketika bercermin. Yang bikin saya tambah jatuh cinta, Bli Indra yang ogah banget kalo dirias-rias, ternyata merasa nyaman dan bisa enjoy.


Sebelumnya saya sempat sangat khawatir dengan photoshoot ini. Takutnya nggak sesuai ekspektasi dan moodnya langsung buruk. Apalagi Bli Indra sebenarnya nggak terlalu suka dandan dan foto-foto begini. Tapi melihat dia bisa menikmati saya jadi happy. Syukurlah semuanya berjalan lancar dan prosesnya benar-benar menyenangkan.

Terimakasih sebesar-besarnya untuk @maxhelar Photography dan @tirta_harum by Arsanajaya MUA yang sudah mewujudkan pre wedding photo kami. Sudah pasti saya akan merekomendasikan keduanya ke semua orang. Such a great works! 

the squad

PS : konsep photoshoot Balinese Classic kami banyak diinspirasi oleh Mbak @milarosinta dan @andienaisyah. Terimakasih.

Photographer
Maxhelar Photography
Jalan Raya Kedewatan II no. 16, Ubud, Gianyar, Bali
081338307999
Instagram : @maxhelar

Make Up Artist & Wardrobe
Arsanajaya
Jalan Kecubung, Denpasar, Bali
Instagram : @tirta_harum




Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Saturday, November 5, 2016

Love, Life, LDR


My 7 Years Long Distance Relationship,
and still counting...

Banyak yang bilang saya dan Bli Indra ini LDR expert. Gimana nggak, tujuh tahun pacaran, hampir seluruhnya kami jalani dalam long distance. Kalau ditanya nggak enak, pasti iya. Nggak ada istilah malam minggu sama pacar. Yang ada malam minggu sama telepon. Iya sih, pacar yang baik pasti selalu ada (meskipun LDR) , tapi kalau butuh bantuan mendadak, terpaksa menghubungi teman yang ada deket-deket kita dulu kan. Yang jadi pertimbangan lagi, high cost! Tapi ini kalo dikonversi mungkin masih sebanding sih dengan -deketan tapi makan bareng di luar hampir setiap hari.

Selama kami pacaran, banyaaaaaakkkk banget masalah yang muncul. Jangan dipikir hubungan kami baik-baik terus, adem ayem, dan tanpa masalah. Salah besar! Lucunya, kadang masalah yang sama bisa kami alami berulang-ulang. Sampai frustasi, kok gini-gini terus masalahnya. Perasaan kemarin udah sepakat solusinya, eh sekarang kejadian lagi.

Masalah-masalah LDR klasik yang sederhana sih, misalnya manajemen waktu. Pas saya nggak sibuk, eh dia sibuk. Pas dia lagi butuh perhatian, sayanya yang banyak kerjaan. Masalah berikutnya bosan. Jangan bohong deh, yang namanya menjalani hubungan (apalagi udah lama) pasti kadang pernah muncul rasa bosan. Manusiawi kok. Lalu ada lagi masalah komunikasi dan persepsi. Susah banget lho membayangkan ekspresi dan menebak suasana hati lawan bicara (suasana hati kita juga!) kalau ngobrol via telepon. Jangan kaget kalau sering muncul salah paham. Karena nggak ketemu langsung, kadang kami suka salah nebak maksud masing-masing, trus war deh.

Tapi syukurlah kami lebih suka fokus ke keuntungan menjalani hubungan LDR. Pertama, kami lumayan gampang mendapat me time. Kalau saya sih nggak suka sama istilah "pacaran serasa dunia milik berdua". Saya masih tetap ingin punya waktu sendiri untuk menjalani hobi atau main bareng teman-teman. Saya rasa Bli Indra juga begitu. Selain dia memang memberi saya kebebasan asal bertanggungjawab, LDR malah bikin saya enjoy. Kedua, karena LDR kami jadi lebih menghargai waktu dan kebersamaan. Terakhir, LDR lebih mendewasakan saya dalam hubungan, mengajarkan saya untuk lebih mendengar, sabar, dan lebih peduli!

Lucu banget kalau mengingat awal-awal pacaran yang full of mess banget. Hampir setiap minggu kami bertengkar untuk hal-hal yang sepele. But we did it!

Akhirnya menjawab pertanyaan-pertanyaan, "Masih pacaran?", "Kok tahan sih?", "Cicilan belum lunas?", sampai ke pertanyaan yang agak kurang ajar "Buat apa pacaran (punya pacar) tapi jauh nggak bisa ada kalau kita butuh?"

Semua balik lagi ke pilihan sih ya. Dan saya pribadi nyaman, dan memilih berkomitmen menjalani ini. Kalau ada yang nanya tipsnya apa, mungkin beberapa hal ini wajib jadi perhatian kalau kalian sedang menjalani LDR.

·   TRUST. Menjalani LDR sangat sangat butuh kepercayaan. Nggak usah deh mengkhawatirkan hal-hal yang sebenarnya mungkin nggak pernah terjadi. Percaya dan juga menjaga kepercaan pasangan kita.
·    FREEDOM. I have and live my own life and so do he. Tapi kebebasan disini maksudnya yang bertanggungjawab. Pacaran, apalagi LDR jangan sekali-sekali deh merasa memiliki dan mengatur semua hidup pasanganmu. Just enjoy! Hubungan yang baik itu bukan saling mengekang, tapi saling menguatkan dan memotivasi.
·    NO CLUES, TALK DIRECTLYNah, yang ini kayaknya udah sering banget dibahas di berbagai forum. Terutama cewek-cewek, jangan suka kasi kode atau mancing. Sampaikan saja maksud kita dengan jelas dan terus terang. Meskipun awalnya susah, tapi we have to try.
·     TIME MANAGEMENT. Ini pelajaran paling susah buat saya. Awal-awal LDR, saya masih suka egois dan kurang menghargai waktu. Berusahalah saling menyediakan waktu untuk sekedar menanyakan kabar, menceritakan hal-hal yang sangat biasa, atau update kegiatan. Karena seberapapun kecilnya hal yang kamu alami, pasangan pasti selalu ingin dan berharap untuk tahu.

Mudah-mudahan bisa memberikan sedikit gambaran, syukur-syukur bisa memotivasi para pejuang LDR. LDR bukan malapetaka kok. Dan mohon doanya karena memasuki tahun kedelapan, we're going to marry!

MUA & WD : @tirta_harum
Photographer : @maxhelar




Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Friday, October 14, 2016

What's Inside My Sociolla Pink Box : Wardah C-defense DD Cream


Belakangan ini sepertinya saya lagi jodoh sama Wardah. Setelah fun beauty class bulan Agustus lalu dan sukses penasaran sama Exclusie Matte Lip Cream-nya (will review soon!), di bulan September Sociolla mengirimkan a Wardah brand-new-product, Wardah DD cream.


Wardah C-defense DD Cream ini adalah krim vitamin C yang merupakan kommbinasi lightening cream, sunscreen, dan krim antioksidan. Ini adalah beberapa kelebihan yang diklaim oleh si Wardah DD cream :
·         Mengandung Vitamin B3 yang membantu membuat kulit tampak lebih cerah
·         Mengandung Vitamin E sebagai antioksidan
·         Mengandung Allantoin yang membantu regenerasi kulit
·         SPF 30 membantu memberikan perlindungan optimal terhadap sinar UV

Penasaran, saya coba rasakan teksturnya di tangan. Awalnya saya pikir Wardah DD Cream ini adalah hanya krim pelembab, tapi ternyata penampakannya lebih mirip BB cream. Teksturnya ringan, hampir sama dengan liquid foundation/BB cream. Dan saya baru sadar ada shade-nya (light dan natural)! Kebetulan yang saya dapat ini shade “light”, tapi masuk ke warna kulit saya yang yellow undertone.


Saya memang belum berencana menggunakannya untuk daily routine, tapi saya rasa produk ini aman untuk digunakan sehari-hari karena produk-produk Wardah sudah terbukti kualitasnya dan formulanya disesuaikan dengan kulit orang Indonesia. Produk ini saya rasa cocok sebagai opsi kalau kamu ingin mencoba coverage ringan untuk pemakaian sehari-hari, apalagi sudah komplit dengan Vitamin C (pencerah), antioksidan, dan SPF.

Kalau mau beli produk ini bisa langsung ke counter Wardah atau kalau mau cara mudahnya bisa lewat Sociolla. Spesial buat kamu yang baca postingan ini, saya punya IDR 50.000 shopping voucher yang bisa digunakan untuk pembelian pertama (transaksi minimal IDR 250.000). Cukup masukkan kode SBNLA7FL saat checkout. 


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Saturday, September 10, 2016

Dermavita Facial : "Experiencing The Miracle Touch"


Saya, bisa dibilang adalah orang yang akan berpikir ribuan kali kalau disarankan untuk facial treatment di klinik kecantikan. Selama ini saya hanya melakukan ”extra treatment” sendiri di rumah. Ya facial sederhana ala saya, scrubbing dan masking, seperti yang pernah saya ceritakan di sini. Entah kenapa saya kok ogah ke klinik kecantikan. Sepertinya saya kebanyakan mendengar isu-isu negatif tentang facial treatment. "Katanya" sih kalau habis treatment kulit malah jadi sensitif dan bermasalah. 

Dulu banget, saya pernah melakukan facial treatment di salah satu klinik kecantikan dan memang setelah perawatan saya nggak merasakan manfaat yang signifikan (komedo masih sisa, tekstur kulit nggak halus). Malahan wajah saya jadi merah-merah.

Sebelumnya, saya ngerasa aman-aman saja nggak melakukan perawatan ekstra untuk kulit wajah. Tapi belakangan ini saya baru sadar kalau komedo saya udah nggak mempan lagi kalau diusir dengan treatment sendiri di rumah. Kulit di usia seperempat abad juga udah mulai gampang kusam. Dan (OH NO!) freckless saya udah mulai kelihatan dong!


Kebetulan setelah event #20Miracle kemarin, saya berkesempatan mencoba facial treatment dari Miracle. Dari yang awalnya pesimis, saya pun jadi yakin karena dalam campaign Miracle ditekankan kalau aesthetic clinic ini menggunakan teknologi yang mutakhir dan sangat mengutamakan alat yang steril dan proses yang higienis.

Facial treatment yang saya coba adalah Dermavita Facial, treatment dasar untuk semua jenis kulit (bahkan yang sensitif sekalipun!). Sampai di Miracle clinic saya langsung di asistensi oleh receptionist yang nggak membiarkan saya menunggu lama. Ohya FYI staff-staff di Miracle Clinic sangat ramah lho! Dengan sabar mereka akan menjelaskan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan kita. Setelah proses administrasi selesai, saya menunggu kurang lebih 5 menit kemudian dijemput therapist saya hari itu untuk langsung mencoba Dermavita Facial.

Therapist saya hari itu, Mbak Wina, is very helpful! Saya banyak nanya, minta tolong ini itu, tapi Mbak Wina tetap ramah dan baik hati. Dia juga memberikan saya rekomendasi treatment-treatment selanjutnya yang bisa saya ambil.


Dermavita Facial yang saya lakukan terdiri dari beberapa step. Tapi sebelumnya saya diminta mengaplikasikan antiseptik pada tangan kalau-kalau nanti pegang wajah, agar steril.
Pertama, wajah saya dibersihkan menggunakan cleanser dan dilanjutkan dengan toner. Kedua, wajah saya dipijat dengan face massage cream. Nyaman dan enak banget! Best face massage I've ever had! Kemudian dilakukan scrubbing yang tujuannya untuk mengangkat sel kulit mati. Setelah scrubbing dilanjutkan dengan steaming (penguapan) untuk membuka pori-pori kulit. Tujuannya agar nanti pas ekstraksi komedo lebih gampang. Ekstraksi komedo yang saya pikir menyakitkan ternyata sangat nyaman. Duh! Jangan-jangan saya nanti ketagihan. Saya juga tanya-tanya Mbak Wina apa komedo saya mengkhawatirkan, dan ternyata nggak banyak. Yeay! Ada satu jerawat bandel juga di dagu yang dengan sukses dihandle Mbak Wina.

Setelah ekstraksi komedo, wajah saya ditreatment dengan alat high frequency untuk menenangkan kulit dan mempercepat normalisasi kemerahan pada kulit. Rasanya kaya disetrum-setrum kecil, dan ada rasa cekit-cekit sedikit pada bekas area ekstraksi komedo yang masih terbuka.
Selanjutya wajah saya dimasker. Enaaaaakkkk banget rasanya. Dingin dan langsung memberikan sensasi nyaman pada kulit wajah saya. Setelah kira-kira 20 menit masker kemudian dibersihkan. Lalu wajah saya diolesi calming lotion, serum (saya order Aloe Vera serum sebagai tambahan), dan sunblock. That's all. Kurang lebih menghabiskan waktu selama satu setengah jam.

Wajah saya langsung berasa lembab dan segar. Kayaknya saya udah ketagihan, langsung nggak sabar balik lagi ke Miracle untuk coba treatment lain. Akhirnya saya sadar kalau extra treatment untuk kulit wajah penting dilakukan secara rutin. Meskipun nggak pakai full make up setiap hari, tapi saya nggak pernah lepas  dari yang namanya bedak. Penting untuk melakukan treatment agar sisa-sisa kotoran yang tertinggal nggak bikin masalah baru pada kulit. Jadi kulit bisa bernapas lega dan bisa beregenerasi dengan baik.

Mbak Wina and me with truely no makeup look after Dermavita Facial
Cantik itu memang butuh perjuangan. Tapi kalau di Miracle perjuangannya jadi menyenangkan!



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Tuesday, August 30, 2016

Wardah Co[l]ordination Beauty Class X Bali Beauty Blogger


Sabtu, 27 Agustus 2016 kemarin saya dan teman-teman @balibeautyblogger diundang ke acara beauty class and sharing oleh Wardah Bali. Selain kami, ada teman-teman hijabers Bali juga. Bertempat di Gosha Kitchen and Pattisserie Renon, pagi-pagi kami udah produktif dan bersemangat untuk sharing tentang beauty and makeup bersama Wardah.

Saya rasa hampir semua yang baca tulisan ini udah kenal Wardah. Wardah ini adalah salah satu brand kosmetik Indonesia yang mulai banyak diminati konsumen dan para beauty enthusiast. Mengedepankan bahan yang aman, murni, dan halal, Wardah berharap para konsumennya dapat memiliki kulit yang sehat, bersih, dan tetap aman.
Yang membuat saya tertarik adalah Wardah selalu membuat inovasi. Nggak mau ketinggalan dengan produk kosmetik impor, Wardah terus berupaya menghadirkan skincare dan makeup yang in trend, but also suitable for Asian women. Keseriusan Wardah di bidang beauty and makeup terbukti dengan menjadi official makeup and hairdo Indonesian Fashion Week 2016.


Hari itu kami mencoba re-create salah satu look yang diciptakan Wardah saat menjadi sponsor IFW 2016. Dengan tema Wardah Co[l]ordination , Wardah menciptakan lima looks yang terinspirasi dari lima elemen alam yaitu GLOW, STONE, FLAME, SKY, AND FLOW. Look yang kami coba, SKY, menunjukkan ketenangan elemen udara. Ternyata keindahan alam yang menjadi inspirasi adalah kesan misterius dari Kawah Putih Ciwidey. Riasan mata dititikberatkan pada eyeliner putih dengan sentuhan electric light blue (di sini menggunakan eyeshadow).

hasil re-create SKY makeup look 

Saya jarang banget nyoba makeup look yang playful. Awalnya ragu-ragu, tapi setelah selesai re-create SKY lucu juga. Mengaplikasikan eyeliner putih dan eyeshadow birunya agak tricky memang ya untuk mata saya yang monolid.

Thanksss a lot Wardah Bali udah mengundang kami. Nggak membiarkan kami pulang dengan tangan kosong, Wardah juga menyiapkan goodiebag yang isinya Wardah BB Cream dan lipstick yang sedang jadi bahan perbincangan, Wardah Intense Matte Lipstick! Thanks once again!

@balibeautybloggerXhijabersBali squad
with Wardah Bali team
goodie bag from Wardah




Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Tuesday, August 23, 2016

#20MIRACLE Unveil Your Masterpiece


In their 20th year, Miracle Aesthetic Clinic shooted out their new campaign #20Miracle, “Unveil your Masterpiece”. This campaign is based on their believe, that each person has their best potention, either beauty in appearance or talent and good attitude.

Minggu lalu, saya dan teman-teman @balibeautyblogger mendapat kesempatan menghadiri Press Conference Miracle Aesthetic Clinic yang bertempat di Miracle Aesthetic Clinic Bali, Jalan Letda Tantular 47A Renon, Denpasar. Mengusung tema baru di tahunnya yang ke-20, “Unveil Your Masterpiece”, Miracle ingin menginspirasi sekaligus mengajak setiap individu untuk menemukan dan menampilkan versi terbaik (masterpiece) dalam dirinya masing-masing, melalui sentuhan-sentuhan keajaiban bagi tiap individu sebagai sebuah karya seni terbaik. Melalui campaign ini, Miracle juga ingin menginspirasi generasi Indonesia untuk terus upaya menemukan seluruh potensi dirinya dan dengan berani serta penuh percaya diri menampilkannya dalam karya dan kiprah yang mengharumkan nama Indonesia.

Dalam campaign “Unveil Your Masterpiece” ini, Miracle berkolaborasi dengan Angkie Yudistia, Founder & CEO Thisable Enterprise. “Angkie merupakan sosok yang inspiratif dan sangat sesuai dengan campaign yang diusung Miracle. Angkie yang memiliki keterbatasan (dia adalah seorang tuna rungu) berhasil menampilkan the best version of herself menjadi sebuah masterpiece”, ungkap Upik Rupiah, Clinic Manager Miracle Denpasar. Kisah inspiratif ini diwujudkan dalam sebuah short movie kolaborasi Miracle dengan Angkie.

my excited face vs Felice's pretty face

Hari itu Miracle Denpasar juga mengundang Felice Hwang, Puteri Indonesia Lingkungan Hidup 2016, untuk sharing pengalamannya tentang unveiling her masterpiece. Felice yang terlihat selalu tampil prima ternyata tidak mendapat semua itu secara instan. Ada banyak “struggling momment” juga. Dia bercerita kalau sebelumnya dia adalah pribadi yang tertutup dan tidak percaya diri, sebelum akhirnya dia menchallenge dirinya untuk bisa mengeluarkan sisi terbaiknya. “Yang tahu dan mengenal diri kamu adalah kamu sendiri”, ungkapnya. Dan bam!!! She did it! She said that If we’re feeling positive about the process, the best result will following. I’t’s very inspiring to see Felice who are beautiful, smart, and humble sharing her experience in finding the best version of her.

Puncak perayaan #20MIRACLE akan dilaksanakan keesokan harinya oleh Miracle Clinic Bali dengan tema serupa yaitu "Unveil Your Masterpiece Through Fit, Fun, and Beauty" di Lippo Mall Kuta. Akan ada konsultasi gratis oleh dokter Miracle Clinic Bali dan juga zumba (bersama Felice Hwang)!!! Saya suka banget zumba, tapi sayang banget hari itu nggak bisa hadir. 

Perjalanan Miracle Aesthetic Clinic dimulai sejak tahun 1996. Miracle memiliki filosofi “The Art Behind the Science of Aesthetic” yaitu menggabungkan cream program, perawaran medis oleh dokter profesional, dan perawatan estetik oleh beauty therapist berpengalaman. Apa yang membuat Miracle berbeda dan begitu percaya diri sebagai klinin estetika terdepan di Indonesia? “Miracle mengedepankan proses yang higienis. Selain itu,  Miracle selalu berinovasi, dengan mengkombinasikan treatment dengan seni dan ilmu pengetahuan membuat Miracle bisa memberikan yang terbaik”, ungkap dr. Dewi, salah satu dokter di Miracle Clinic Denpasar. Miracle akan memperhatikan kebutuhan masing-masing orang, yang tentu akan berbeda-beda.


Dengan 3 T, Terdepan, Terpercaya, Trendsetter, Miracle yakin dapat menjadi pionir klinik estetika di Indonesia.

@balibeautyblogger




Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Tuesday, August 9, 2016

Until Our Next Hello, Japan! #GianinJapan Travel Diary Part 3


Hari ketiga (3/7/2016), kami berencana bangun lebih awal untuk bisa menikmati Arashiyama Bamboo Path yang sepi. Kami kan travellers yang “selow” banget, nggak pernah kejar-kejaran sama matahari, dan biasanya ngurus rumah dulu sebelum pergi main. Jadi hari ini kami semangat bangun lebih pagi. Apartemen lumayan dekat dengan Arashiyama Park (Bamboo path termasuk juga di kawasan itu), cukup dengan 30 menit berjalan kaki (kurang lebih 3 km), sudah termasuk ngaso ngambil foto Katsura River dan jalanan Arashiyama yang cantik. Kalau mau sewa sepeda juga boleh, harganya sekitar 700 yen kalau nggak salah.

Arashiyama Bamboo Path



Arashiyama Bamboo Path juga icon Kyoto yang populer dan wajib didatangi. Kita bisa berjalan menyusuri hutan bambu yang cantik sambil mendengar sayup-sayup suara burung. Calming! 
Tempat ini sebenarnya mengingatkan saya pada bamboo forest di Desa Tradisional Penglipuran, dekat rumah saya. Cuma bedanya, di Penglipuran bamboo forestnya kurang dikelola dengan baik. Coba dibikin bamboo path mungkin akan sama cantiknya ya!


Keluar dari hutan bambu, kami berjalan berkeliling melihat rumah-rumah dengan desain yang masih tradisional. Ada beberapa ryokan, tapi saya kok nggak menemukan pemandian umum ya. Mungkin saya nyarinya memang kurang niat :).
  

Yasaka Shrine



Berangkat pagi membuat kami punya banyak waktu untuk jalan-jalan. Tetep setelah masak makan siang dan istirahat kami memutuskan mengunjungi kuil lain di daerah Gion yaitu Yasaka Shrine. Masih dengan bus andalan, bus nomor 3, kami menuju downtown menjelang sore. Gion dan Yasaka Shrine letaknya kira-kira hanya 2 km dari Shijo Kawaramachi.


Yasaka Shrine adalah salah satu dari beberapa kuil di Kyoto, yang juga disebut Gion Shrine. Arsitekturnya hampir sama dengan kuil Shinto lainnya. Ohya, festival musim panas di Jepang akan dimulai semingguan lagi, jadi hari itu kami melihat beberapa pemuda dan pemudi berkumpul melakukan persiapan. Di Gion sendiri akan dilangsungkan Gion Matsuri, yang berpusat di Shijo.



Nishiki Market



Hari keempat (4/7/2016) di Arashiyama-Kyoto, kami memutuskan untuk jalan-jalan santai saja di downtown. Hari ini kami berburu Okonomiyaki dan mengobati rasa penasaran kami tentang kuliner di Nishiki Market. Sebelumnya, kami pernah mampir ke Nishiki Market di sore hari, eh ternyata toko-toko kebanyakan sudah tutup. Jadi, bagi kamu yang ingin ke Nishiki Market, sebaiknya sekitar jam 12 karena di jam ini semua toko sudah buka.
Nishiki Market adalah “all in one place to go shopping” di Kyoto. Mulai dari foods, dried foods, fashion, beauty, utilities ada di sini. Tempat ini biasanya jadi andalan kalau ingin berburu oleh-oleh. Selain banyak pilihan, harganya pun cenderung terjangkau.

 
Akhirnya kamipun menemukan tempat makan Okonomiyaki yang representatif di area Nishiki Market, namanya Mr. Young Men. Dengan harga satu porsi rata-rata 800 yen, kami sudah bisa menikmati set Okonomiyaki yang enak dan mengenyangkan. Makan Okonomiyaki, checked!



Selebihnya kami berkeliling retail store di jalanan Shijo dan berakhir dengan satu tentengan besar H&M. Hahahah travelling belum lengkap tanpa shopping kali ya :’) .

Matsuo Taisha


Nggak kerasa hari ini hari terakhir kami di Arashiyama. Di hari kelima ini (5/7/2016), pagi-pagi kami mengunjungi kuil dekat apartemen, Matsuo Taisha. Sekalian kami ingin mencoba DIY Yukata yang sudah saya siapkan. Meskipun modelnya nggak sama persis, tapi tetep cantik lah ketika kami pakai. Berasa orang Jepang meskipun cuma sekejap :D.


Kinkaku-ji Temple



Biar nggak nyesel, kami berusaha memanfaatkan waktu semaksimal mungkin mengunjungi semua tempat “wajib” di Kyoto. Sebelum pulang, kami mengunjungi tempat wisata terakhir, Kinkaku-ji Temple. Hari ini saya juga ketemu saudara sepupu yang kebetulan sedang tugas ke Osaka. Sekalian aja saya seret ikut ke Kinkaku-ji.


Kinkaku-ji adalah kuil Budha yang sangat populer dan termasuk yang paling ramai. Kinkaku-ji yang berarti paviliun emas adalah kuil yang berlapis emas yang di bangun di tengah kolam besar. Arsitekturnya memang cantik dan megah, nggak heran kalau kuil ini selalu ramai dipenuhi wisatawan.




Sebelum kesorean, kami segera menuju Kyoto St. untuk mengejar kereta cepat ke Kansai International Airport (KIX). Semingguan ini benar-benar fun dan memorable. Banyak jalan, banyak melihat kebiasaan orang-orang Jepang, banyak mengamati sistem dan tata kota di Jepang, banyak foto-foto dan banyak belanja juga, hahaha. Sebenarnya masih ada beberapa daerah yang belum dikunjungi dan to do list yang belum kesampaian. Mudah-mudahan nanti saya punya kesempatan lain untuk bisa kembali mengunjungi Jepang.


See you on another hello!



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+